Jangan Takut Jomblo
Criters mendapatkan pacar yang sesuai dengan criteria kita adalah kebahagiaan tersendiri untuk kita. Namun terkadang harapan tak sesuai dengan kenyataan. Tapi terkadang sesuatu yang tidak kita harapkan itu adalah kebahagiaan yang diberikan Tuhan kepada kita.
Namun banyak orang yang tetap mempertahankan menjalani hubungan dengan seseorang walau kenyataannya sudah tidak cocok entah karena alasan pacarnya cakep atau kaya. Tapi untuk apa semua itu kalau hati kita tersiksa dan hanya membuat kita terus menangis?
Sebenarnya dari pengalaman teman-teman saya, kebanyakan dari mereka mengaku tidak punya keberanian untuk mengambil sikap karena beberapa factor. Alasan yang menurut saya hanya membuat kamu terlihat lemah dan bodoh.
1. Rasa takut kesepian
Manusia adalah makhluk sosial. Untuk itulah terkadang merasa tak nyaman bila sendiri dan kesepian. Ia butuh teman berbicara, berdiskusi, berbagi. Dalam beberapa situasi ada hal yang tidak bisa dibagi oleh kaluarga dan sahabat dan membutuhkan orang terdekat yang dicintainya. Rasa takut kesepian dan sendirian inilah yang mendorong seseorang takut berada dalam status single.
2. Takut akan 'omongan orang lain'
Bagi kebanyakan orang menjadi seorang jomblo adalah suatu hal yang hina. Bahkan banyak orang yang terkesan ‘asal’ memilih pasangan padahal belum tentu cocok. Hubungan yang baik itu bukan hanya sekedar ketertarikan fisik semata, tapi juga membutuhkan komunikasi, saling percaya dan sama-sama bisa menghargai satu sama lain.
3. Takut tidak 'laku'
Yang namanya percaya diri itu 'barang mahal'. Jarang sekali orang-orang yang diberkahi fisik rupawan namun juga percaya diri. Alhasil saat berada dalam sebuah hubungan yang tidak jelas, jadi takut move on. Takut nantinya setelah status berubah single tidak ada yang naksir lagi.
Criters jika kamu sudah merasa tidak nyaman dan berfikiran seperti hal yang diatas lebih baik kamu buang deh fikiran kotor seperti itu dan mulailah memberanikan diri untuk mengakhiri hubungan yang tak seharusnya dipertahankan.
Penulis
Komentar
-
@Jombloist Ditulis pada tanggal 26 Desember 2012 01:03Saya mau nambahin sedikit yah.
4. Rasa iba berasaskan sayang/cinta, karena menghapus perasaan tuh gag semudah membalik telapak tangan bagi sebagian orang, termasuk saya. Alhasil, meskipun dilanda kejenuhan bertubi tubi, perasaan yg telah tumbuh di hati tak bisa diabaikan begitu saja. Salam kenal kk. ;)