Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

31 Oktober 2014

Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai

Matahari kian menunjukkan keangkuhannya.Punggung tanganku terus bergerak mengusap pelih yang semakin penuh membasahi kening. Suasana panas semakin terasa gerah oleh semarak keriuhan kelas. Segera aku ambil sebuah buku dan menjadikannya sebagai kipas dadakan. Mataku terus menatap sesosok makhluk yang duduk di deretan paling depan tepatnya ia seorang cowok yang sudah lama memenuhi jajaran memoriku.

Ia merupakan sosok idaman para cewek di lingkungan SMU tempatku bernaung, entah berapa ratus siswi yang mengidolakannya. Bagaimana tidak….!!!sosok tampan, pintar, kaya, baik, supel, dengan segala reputasi yang di miliknya. Sungguh memikat sampai aq terpesona (saking terpesonanya).

‘’Hoyy…..liat apaan sih loe…??’’
Tiba-tiba tubuh Nina sudah duduk manis di sampingku.
‘’Vin..!!udah dech ketampanan dia gak bakal berubah meski terus loe liatin!!’’Ucapnya sambil mengibaskan tangannya di depanku.

‘’Iya gue tau….!!!’’sahut ku risih
‘’Loe bener-bener suka ma dia ?? Tanya Nina
‘’Gue juga gak tau gimana sebenarnya perasaan gue ke dia !!jawabku lemas namun mataku tetap tak mau beranjak dari pemandangan indah itu.
‘’Nih gue saraninya….mending loe ungkapin tuch.. perasaan daripada loe terus kayak gini.’’Nina mencoba memberi nasehat padaku.

Aku diam perlahan mataku beralih ke wajah sahabatku raut mukanya terlihat serius. Aku lemas di buatnya aku sadar bahwa aku tak boleh terus larut dalam kegamangan ini. Namun aku juga tak punya keberanian yang ekstra untuk menyatakan perasaan ini. Aku tidak tahu awal mula dari semua ini.

‘’Gue belum berani gue ragu, gue takut klo ntar dia nolak aku.’’jawabku semakin lemas. Serasa tak ada daya dan kekuatan yang mengaliri setiap sendi dan permbuluh darah.
‘’Klo loe terus gamang kayak gini sampai kapan pun loe akan tersiksa oleh hal yang loe buat sendiri.’’ Tegas Nina sekali lagi.

Aku sudah tak mampu berkata lagi. Ku lihat sekali lagi sosok Irfan ketua OSIS SMU tempat ku bernaung. Ia tampak serius menekuri pelajaran walau pun jam pelajaran saat kosong berbeda dengan cowok-cowok yang lain. Aku semakin salut akan ketekunannya rasa kagum kembali menduduki otakku menambah kedudukannya di bilik ke empat jantung hatiku.
# # #

Denting jam di kamarku terus berdentang tanpa peduli padaku yang sedang di landa kegelisahan yang mendalam. Hati ku terus mengutuk ketenangan jarum jam, pikiran ku kembali melayang memori otak ini terus menampilkan layar lebar kejadian kemarin siang. Rasa kantuk pun tak mau menghampiri mata jeli ku barang sejenak, jangankan sedetik sekedip pun aku tak bisa. Aku mencoba menghibur diri dengan menulis sebait puisi meski tak terlalu bagus. Tiba-tiba gelas di jendela terjatuh aku sempat kaget tapi setelah aku lihat ternyata hanya seekor kucing.

Ternyata Vivi , adik kelasku namun beda SMU. Ia menghampiri.
“Napa kak?”Tanya Vivi padaku.
Aku masih diam seribu bahasa.
“Menurut elo, seumpama kita menyukai seorang tapi kita ngga’ berani nunjukin tentang perasaan kita”tanyaku memingka pendapatannya.

“Kalau menurut gue ya kak, lebih baik kita ngomong langsung ke dia kalau kta ada rasa. Biar nggak nganjal nang hati, ntar jadi penyakit”, lugasnya dengan jelas, yakin dan mantap. Tanpa ada keraguan setiap kata yang meluncur dari bibir gadis itu. Gadis yang menurut cerdas otaknya dan multitalenta.

“Terus gimana agar gue berani buat ngungkapinnya?”tanpa sadar aku membongkar rahasiaku.
“Ahh gue tahu! Kak Avin lagi Falling In Love!” tebaknya tepat sasaran.
Aku langsung gugup dan nerves, rona wajahku berwarna merah seperti tomat busuk pastinya.
“Ststst……jangan keras-keras! Ntar semuanya dengar.” Aku langsung membungkang mulutnya. Sejenak kemudian ku lepas.

‘Gini ya…….kak Avina cayank…! Elo ngga’ usah peduliin apa respon diadenger statement elo.yang penting coba dulu. Kan engga’ pasti dia nerima atau nolak. Elo bakalan tau buntutnya kalau elo ngga’ mau ciba dulu.”tuturnya panjang lebar , sepanjang rel kereta api. Tanpa memberiku kesempatan menyela atau pun menyagah setiap baris perkataan.

“Tapi…”belum selesai aku melanjutkan kata-kataku ia sudah menyela dengan cepat.
“Udah deh, percaya sama gue. Ngga’ usah takut ditolak. Tunjukin kalau elo berani.” Cetusnya.
“Emang elo sendiri pernah ngalamin hal yang sama kayak gue?”tanyaku.
Ia menggeleng.
“ Gue sih ngga’ pernah ngomong kalau guesuka, coz dia duluan yang nyatain ke gue!” jawabnya.
“Terus elo terima?” Tanyaku lagi
“Gue ngga’ bisa cinta sama dia. Gue hanya ngerasa sayang sama dia, saying seorang sahabat kepada sahabatnya. Gue ngga’ mau pacaran karena dalam kamus pacaran pasti terdapat kata putus, dan ngga’ gue mau. Sedangkan sayang seorang sahabat pasti akan abadi walau jarak sampai bermil-mil membentang", lugasnya teramat panjang. Namun tegas. Satu sikap yang ku suka darinya.

“Elo sih…ngomong gampang!” cercaku.
Ia menarik kedua ujung bibirnya hingga membentuk senyum manis, lalu berubah menyengir seperti kuda.
# # #

Kubuka FB milikku. Aku mulai mengotak–atiknya sesuka hati. Aku suka berceting dengan Ria dan Dio. Dalam FB, aku bisa bercerita banyak dengannya. Namun saat bertemu dan berhadapan langsng dengan Dio, aku jadi kikuk, nervous, dan kadang mati gaya.

Memang keanehan sering terjadi terselubung dalam keseharianku. Kadang aku sering berfikir dan merenung mengapa dia yang harus terlambat dihatiku. Datangnya cinta memang tak bisa di cegah dan juga di deteksi. Walaupun detektif tersosor pun takkan mampu meneliti dengan segala kejeniusan. Namun jika cinta itu pergi, bekas yang ditinggalkan akan tetap abadi tanpa ada satu orang pun yang bisa menghapusnya.

Dan aku?.....
Aku hanyalah manusia, insan biasa yang hanya menerima Anugerah cinta dariNya. Dan berusaha untuk menjaganya. Benih cinta itu bersemayam hangat dalam batin cintaku. Seperti cuplikan lagu milik ‘Poulrtte’.

Awalnya ku tak mengerti apa yang sedang ku rasakan
Segalanya berubah dan rasa itu pun ada
Saat kau adir di setiap nafas di hidupku.

Sangat cocok dengan keadaanku kala itu. Akan tetapi saat itu bukan lagu yang sesuai dengan hatiku. Mungki sepenggal lagu milik ‘Mikha T’ dapat mewakili suasana hatiku.

Ku tak tau mengapa aku malu
Di setiap aku tahu dia di dekatku
Aku susah bila dia tak ada
Tak ingin jauh ku dari nya……

Tak ku sadari speakers salon di operator melantunkan lagu tersebut. Hatiku tersenyum geli. Seakan waktu d\sangat mengerti akan dirriku. Suara itu mengalun demikian keras dan memekakkan gendang telinga.
Kali ini aku kembali lagi ngobrol dengan Dio. Mungkin sebanarnya Dio tahu dengan maksud hatiku. Namun ia membiarkan aku dengan jalanku sendiri.
# # #

Akhirnya setelah lama ku pendam rasa cinta dan kasih yang menjalani urat nadi, Dio pan tau tanpa aku harus mengungkapkannya. Akan semakin malu dan deg-degkan setiap kali bertemu pandang Dio. Dengan segala kekuatan yang ku himpun aku dapat ngobrol dan bercanda gurau dengan Dio. Tentu saja dalam hati ini ada rasa yang bergejolak. Ia juga sering mengirim message padaku. Suatu hari aku membuka FBku. Ku temukan satu message yang membuat darahku yang semula berdesir menjadi pelan dan melamah.

Sebuah statement tegas tertulis dijajaran baris kata yang tertera di kotak messge. Statement yang menyatakan bahwa ia minta maaf kepadaku. Tentang dia yang hanya memintaku untuk menjadi sahabatnya dan tidak lebih dari itu. Karena menurut Dio, jika akan ada kata putus tapi sahabat berbeda, walau jauh akan terus berjalan dan berlanjut sampai kapan pun.

Sebenarnya logikaku menerima dengan baik tetapi hati ini seakan meretak seketika. Aku mencoba bertahan dalam keadaan ini. Tak apalah, toh kami bias berteman. Mungkin ini yang terbaik untuk aku dan Dio. Jiwaku lumayan lega, dapat menghebaskan beban terberat yang ku tunggu selama ini. Kudapati jawaban yang positif pasti. Meski tak mampu ku gapai bintang, asal aku tetap dapat memandanginya saja, itu sudah sangat melabihi cukpu. Karena memang tak mungkin kan aku bias menggapau bintang kecuali jika dalam mimpi atau alam imajinasi.

# # #
Jam dinding pun terus berputar. Waktu bergulir tanpa kenal prites manusia. Pak Arga, guru matematika {(MT)2K} masih saja berceloteh panjang menerangkan pelajaran mematikan itu. Pak Arga termasuk jajaran guru yang menamba daftar guru KILLER, seorang guru yang kadang lupa dengan taktik cara tersenyum itu. Aku mengeluh dan terus mengutuk suasana hatiku yang tak indah.

Dering-dering yang menjerit memeksa para siswa-siswi berhaburan keluar. Menyesaki daun lubang pintu yang hanya satu lubang itu. Kelas sepi hanya ada aku dan satu makhluk lagi. Sosok yang begitu membuatku mati gaya, yaitu Dio. Duh rasanya aku ingin keluar dan menghindari Dio. Namun pantat dan tubuhku tak dapat memenuhi permintaan hati.

Darah telah berdesir Dio bangkit dari kursinya aku memejamkan mata dan mengharap ia tak mampir di mejaku. Aku ter sesat saat membuka mata. Dio berdiri di hadapanku. Ia membalik kursi di depan ku dan mendudukinya. Jantungku berdetak lebih kencang dari keadaan normalnya. Darah yang mengalir di penjuru urat semakin cepat. Tubuhku menggecang seakan aku sedang melihat hantu. Namun bedanya, hanya dihadapanku sosok hantu yang teramat tampan sehingga predikat yang pantas adalah malaikat cintanya.

Sejenak keadaan hening, sunyi dan senyap suara riu duluar kelas pun nyaris tak terdengar oleh pendengaranku. Aku dan Dio saling bertatapan.
“Hm….m…mh..”
Ia mengawali dehemaannya yang khas.
“Aku minta maaf, karena mungkin selama ini aku telah menyakitimu. Dan meluluh lantakkan hati dan perasaanmu. Tak ada maksud hati untuk berlaku begitu, kamu mungkin telah membaca long message dariku. Maaf, aku sudah lama tahu bahwa kamu suka padaku. Dan aku hany diam. Berharap nanti kamu akan berubah perasaan padaku. Tapi presepsiku tentang kamu salah total…!” jelas Dio panjang lebar.

Aku hanya menelan ludah bulat-bulat mendengar keterangan yang meluncur halus tapi “mengena” ungkapan serius terlontar dari bibirnya. Aku menarik nafas dalam”menimbun kekuatan untuk menjawab, “Aku minta maaf karma mungkin aku nggak bisa melupakan mu dan aku akan terus mencintai mu.” Balasku jujur karma aku tahu aku tak mungkin lagi menyembunyikan nya lagi dari Dio.

“Cinta itu memang tak bisa di paksakan mungkin sebaiknya kamu tahu bahwa ada satu nama yang tertanam dalam hati ku”sahutnya. Aku mencoba untuk tersenyum meski terkesan kecut. Kalau boleh aku tahu siapa dia..?ucapku akhirnya meski rasa pahit menyayat tak terperikan. “Maaf aku tak bisa menyebutkan namanya…!jawab Dio pelan Dan secuat senyum menawan tersungging indah dari bibirnya memaksa ku menarik dua ujung bibir ku menciptakan senyum balasan.

“Oke,terserah kamu…!aku tak bisa memaksa semoga kau bahagia dengan gadis pilihan mu.”ucapku seraya bangkit meninggalkannya sendiri di dalam kelas. Kaki ku hampir melewati daun pintu namun Dio dengan lantang memanggil namaku. Avinaaaaaaaaa……………………!!!

Aku berhenti sejenak melanjutkan kata darinya lima detik berlalu tapi tak ada kelanjutan dari Dio aku menoleh, sedikit terlonjak mengetahui ia telah ada di hadapanku, jarak antara aku dan Dio sangat dekat bahkan bisa di katakana hanya 10 inci

“Ia mengawali dengan senyuman indahnya,
“Kamu bisa menjadi sahabat ku dan aku nggak akan melupakan mu sebagai sahabat ku.”ucapnya akhir
Aku tersenyum lega.
Aku dan Dio pun berpisah.
# # #

Cinta memang indah satu rasa halus yang menyusup ke rongga hati manusia yang tak pernah ada penyuruhnya dan juga tak ada yang berani mengusirnya.namun cinta tak bisa tuk di paksa kehadirannya. Karna cinta apapun akan di lakukan untuk mempertahankannya. Cinta itu putih seputih salju sebening embun pagi, hanya orang-orang yang berhati putih yang mampu merasakan kehadiran cinta dengan makna yang sesungguhnya tanpa ada campur tangan dari nafsu belaka.

Aku mencintainya karma ALLAH dan hanya kepada ALLAH lah aku titipkan cinta ku untuknya sampai aku meregang nyawa aku akan tetap mencintainya.seiring lirik lagu milik samson’s Bukan Diriku

Walau ku masih mencintaimu
Ku harus melupakanmu
Ku harus merelakanmu
Meski hatiku menyayangimu
Nurani membutuhkanmu
Ku harus meninggalkanmu

Satu lagu yang menyirat kan kesedihan atas rasa yang tak dapat di milikinya. Ku tahu cintaku tak terbalas seperti gayung tak bersambut. Meski kisah ini kasih tak sampai aku bahagia dapat mencintainya dengan tulus cintaku bertbeda dengan cinta pada umumnya.

Cinta………..
Ku tunggu kau di surga
Agar abadi dan kekal selamanya
Ku bingkai indah dalam hati baja.




THE END

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
0 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

yara

Penulis

yayuk rahma

Komentar

(0 Komentar) Yuk jadi yang pertama Komentar disini
Post Into Facebook Wall
login