Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

Kegelisahan dan Harapan untuk Anak

Kegelisahan dan Harapan untuk Anak

Ketika saya membuat konsep buku atau mengetik apa pun, anak saya memperhatikan dan bertanya, “Sedang ngapain, ayah. Nulis buku ya?” Saya jawab, “Iya. Doain bukunya laku ya.” Anak saya mengangguk dan menjawab, “Biar bisa beli mainan ya, Pa.” Saya jawab sekenanya, “Bisa diatur.” Lalu anak saya memperhatikan apa yang saya kerjakan. Tidak hanya itu, karena di layar komputer banyak gambar binatang, buah, benda, dan lain-lain, ia makin tertarik memperhatikan lalu “meniru” apa yang saya lakukan: corat-coret gambar di HVS kosong yang memang saya sediakan untuk dia menggambar apa yang dia suka. Akhirnya pun, anak saya menulis soal-soal disertai coretan gambar, dan seperti konsep yang saya buat,

Disitu hati saya terharu meilhat anak saya, yang lucu polos dan dia bertanya lagi ayah aku ingin sekolah yang tinggi yah aku ingin menjadi doktor supaya aku bisa menjaga dan merawat ibu dan ayah dikala entar ayah dan ibu sakit.


Sumber foto : senaz.blogsome.com

3 Komentar Laporkan Cerita

trisna mustopa kartomi

Penulis

trisna mustopa kartomi

Komentar

(3 Komentar)
  1. trisna mustopa kartomi Ditulis pada tanggal 11 Juni 2012 07:20

    kenapa supaya anak saya kepingin jadi doktor biar yang engga mampu bisa gratis,dan bisa membantu sesama,do'akan saja amin

  2. dedi abdurahman wahab Ditulis pada tanggal 10 Juni 2012 13:54

    waktu cerita ini di baca,biasa saja,lama kelamaan menarik,pas bagian paling menarik,kok keputus?

  3. BagusAlin@SiTea Ditulis pada tanggal 10 Juni 2012 11:53

    Cita-cita yang Mulia seorang anak,yang ingin selalu berbakti kepada kedua orang tua,dan bisa berbagi juga membantu sesama yang membutuhkannya.
    Bagi orang tua Jangan jadikan itu sebagai beban,tetapi jadikan sebagai semangat agar bisa mewujutkannya.

login