Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

31 Oktober 2014

(Kisah Nyata) Seorang Ibu Mati Demi Anak

(Kisah Nyata) Seorang Ibu Mati Demi Anak Sekadar berbagi...Masih ingat ketika gempa dan tsunami meluluh-lantahkan Jepang tahun 2011 lalu. Bencana itu merupakan terdahsyat di Jepang sepanjang 140 tahun. Begitu banyak cerita yang menyedihkan, karena ditinggal orang terkasih. Salah satunya cerita tentang pengorbanan seorang ibu terhadap anaknya. Karena begitu besar cintanya terhadap sang buah hati, seorang Ibu rela mati demi melindungi anaknya saat bencana itu melanda Jepang.

 
Cerita kisah nyata ini saya copy paste dari teman, mungkin sudah banyak rekan-rekan yang telah membacanya. Karena saya dapat kisah ini dari teman di jejaring sosial. Tapi tidak ada salahnya saya membaginya, bagi yang belum membacanya.
 
Setelah Gempa telah mereda, ketika para penyelamat mencapai reruntuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayat-nya melalui celah-celah. Tapi wanita tersebut berpose begitu aneh, dia berlutut seperti seseorang yang menyembah; tubuhnya condong ke depan, dan dua tangan yang mendukung oleh suatu benda. Rumah roboh telah menimpa punggung dan kepalanya.
 
Dengan begitu banyak kesulitan, pemimpin tim penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mencapai tubuh wanita itu. Dia berharap bahwa wanita ini bisa jadi masih hidup. Namun, tubuh dingin dan kaku menandakan bahwa wanita tsb pasti telah meninggal.
 
Pemimpin tim dan seluruh anggota tim lalu meninggalkan rumah ini dan akan mencari gedung yang runtuh berikutnya. Namun karena alasan tertentu, pemimpin tim terdorong untuk kembali ke rumah hancur dari wanita tadi. Pemimpin tim ini lalu berlutut lagi dan menggunakan kepalanya melalui celah-celah sempit untuk mencari sedikit ruang di bawah mayat wanita tersebut. Tiba-tiba, ia berteriak dengan gembira, “Anak kecil! Ada anak kecil!”
 
Lalu seluruh tim bekerja bersama-sama, dengan hati-hati mereka menyingkirkan tumpukan benda hancur di sekitar wanita yang sudah meninggal. Ada seorang anak kecil berusia 3 bulan terbungkus selimut bunga-bunga di bawah mayat ibunya. Jelas, wanita itu telah membuat pengorbanan untuk menyelamatkan anaknya. Ketika rumahnya jatuh, ia menggunakan tubuhnya untuk membuat penutup untuk melindungi anaknya. Anak itu masih tidur pulas ketika pemimpin tim mengangkatnya.
 
Para dokter datang cepat untuk mengevakuasi anak kecil itu. Setelah ia membuka selimut, ia melihat sebuah ponsel di dalam selimut. Ada pesan teks pada layar. Dikatakan, “Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu.” Ponsel ini berkeliling dari satu tangan ke tangan yang lain pada tim itu. Setiap tubuh yang membaca pesan tersebut menangis. “Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu.” Itu artinya cinta ibu untuk anaknya!

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
2 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

donzurai

Penulis

Doni

"Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis"

Komentar

(2 Komentar)
  1. public Ditulis pada tanggal 13 Februari 2012 20:48

    Kisah yang sangat mengharukan..... Ya Allah, Ya Robbi dengan penuh kerendahan hati hamba memohon pada Mu Ya Allah, tuntunlah hamba tuk jadi seorang ibu yang baik bagi putra hamba tersayang..... Amiin Ya Robbal Alamiin

Post Into Facebook Wall
login