Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

Kisah Para Pesepakbola Muslim Yang Merumput di Liga Italia Serie A

Kisah Para Pesepakbola Muslim Yang Merumput di Liga Italia Serie A

Bulan Ramadhan tengah dirasakan oleh umat Muslim di seluruh dunia, tak terkecuali bagi para pesepakbola dunia khususnya yang berada di bawah naungan Liga Serie A. Italia memang bukanlah negara Islam. Pemeluk agama Islam disana pun bisa dibilang sangat sedikit. Lalu bagaimana dan apa yang dirasakan oleh para pesepakbola Muslim disana?

Diantara sejumlah nama pemain Muslim yang berlaga di Serie A, tentu banyak yang masih ingat dengan Adam Llajic. Ya, Llajic adalah pemain Muslim keturunan Serbia yang sempat menarik perhatian sejumlah media setempat. Pasalnya, ia nekad tidak menyanyikan lagu kebangsaannya hingga dianggap tidak menghormati negara. Ketika ditanya, ia hanya membela diri dan mengaku bahwa dirinya seorang muslim sehingga tak boleh menyanyikan lagu tersebut. Atas dasar itulah pada akhirnya ia kemudian diberhentikan dari timnas.

Adam Llajic hanyalah satu dari sekian banyak pemain Muslim di Italia. Berikut beberapa pemain Muslim lainnya yang bermain di Liga Italia Serie A, antara lain: Djamel Mesbah, Sulley Muntari, Taye Taiwo (AC Milan), Mehdi Benatia (Udinese), Samir Handanovic (Inter Milan), Valeron Behrami (Napoli), Housine Kharja, Samir Ujkani (Palermo), Miralem Pjanic (As Roma), Abdoulay Konko (Lazio), Blerim Dzemaili, Gokhan Inler (Napoli), Ahmed Barusso (Siena), Shkodran Mustafi (Sampdoria), Lorik Cana, Senad Lulic (Lazio), dan juga Amidu Salifu (Catania).

Jika Adam Llajic sempat bermasalah, lain lagi hal nya dengan Sulley Muntari. Muntari sendiri juga pernah berdebat panjang lebar dengan pelatih Inter saat itu, Jose Mourinho. Pasalnya, Mourinho dinilai telah memberikan latihan yang berat pada Muntari yang ketika itu tengah menjalani puasa hingga pada akhirnya Muntari terpaksa memilih untuk tidak berpuasa saat menjelang pertandingan dan justru menggantinya di hari lain.

Akibat permasalahan tersebutpun, kini setiap klub telah mengambil jalan tengah dengan memperbolehkan pemainnya menjalankan ibadah puasa seperti biasa. Meski begitu, sang pemain juga harus tetap menjaga kebugaran tubuhnya sendiri demi menghadapi pertandingan-pertandingan penting lainnya agar tidak menurunkan performanya. (RAD)

Foto : reuters

0 Komentar Laporkan Cerita

Ridho Hutauruk

Penulis

Ridho Hutauruk

Garuda di dadaku!!

Komentar

(0 Komentar) belum ada komentar
login