Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

02 Oktober 2014

Legenda Asal Usul Banyuwangi

Legenda Asal Usul Banyuwangi Penguasa kerajaan Blambangan, Raden Banterang, menempati daerah tetangga dalam rangka memperluas wilayahnya, termasuk Kerajaan Klungkung Bali. Pecahnya Perang Klungkung hancur seperti sebuah negara kecil. Raja Klungkung tewas di medan perang, namun anak perempuannya dan anak laki mampu melarikan diri dan bersembunyi di hutan.


Suatu hari, Raden Banterang dan komandannya sedang memeriksa prajuritnya saat berburu. Saat itu di hutan bahwa Raden Banterang bertemu dengan seorang wanita cantik bernama Ida Ayu Surati. Dia kemudian dibawa ke Blambangan untuk menjadi istrinya. Raden Banterang dan Ida Ayu Surati menikmati hidup bahagia di istana.


Ketika Raden Banterang sedang berburu suatu hari, sang putri kesepian terkejut oleh kedatangan seorang pengemis kotor minta dikasihani dia. Sang putri itu terkejut menemukan bahwa pengemis itu adalah kakaknya, Agung Bagus Mantra. Dia segera berjongkok dan memeluk kaki kakaknya. Namun, banyak simpati dari kakaknya tidak diterima dengan baik. Sebaliknya, dia disiksa karena dia dianggap mengkhianati keluarga bangsawan itu.


Agung Bagus Mantra meminta kakaknya untuk membunuh Raden Banterang, tetapi permintaan tersebut ditolak. Dia sangat marah padanya dan muncul dengan ide licik untuk memfitnah Raden Banterang.


Pada awalnya, Raden Banterang tidak percaya bahwa istrinya terlibat dalam skandal dengan pria lain. Namun karena kata-kata meyakinkan Agung, ia akhirnya dipengaruhi dan karena itu, istrinya diseret ke sebuah sungai. Meminta belas kasih, Ida Ayu Surati mencoba mengatakan kebenaran dan membantah tuduhan suaminya.


Mendengar penjelasan istrinya, raja menjadi marah dan marah. Sebagai bukti cinta suci, dia meminta suaminya untuk membunuhnya. Sebagai permintaan terakhir, dia meminta suaminya untuk membuang mayatnya ke sungai. Dia mengatakan bahwa jika air di sungai berbau busuk, itu berarti bahwa ia pernah berdosa, tapi jika berbau harum itu berarti bahwa dia tidak bersalah.



Raden Banterang yang tidak bisa mengontrol emosinya, segera menikamkan keris ke dada istrinya. Dia meninggal seketika. Mayat Ida Ayu Surati dengan cepat dilemparkan ke dalam sungai yang kotor. Raden Banterang terkejut melihat sungai tiba-tiba menjadi bersih dan cemerlang seperti kaca dengan bau harum.


Raden Banterang berteriak gila dan menyesali perbuatannya. Dia berjalan terhuyung-huyung dan jatuh ke sungai berteriak, “Banyu wangi, Banyu wangi, Banyu wangi!”. Ini berarti “air harum”. BANYUWANGI lahir dari bukti cinta mulia dan suci.

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
0 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

aguskurniawan

Penulis

Agus Kurniawan

Komentar

(0 Komentar) Yuk jadi yang pertama Komentar disini
Post Into Facebook Wall
login