Loe...Gue...END!
Seakan sulit memang untuk melewatinya, tapi inilah kenyataan hidup yang harus ditempuh
Kenyataan yang tidak bisa dihindar ataupun ditawar, Kenyataan yang harus menjadi cerminan untuk melangkahkan kemana kaki mengarah, Maafkanlah aku, andaikan tidak bisa menjadi seperti yang kau pinta
Tak ada satu orangpun yang menginginkan perpisahan, tapi faktanya seringkali perpisahan adalah hal yang tidak bisa kita hindari.
Dan, inilah aku… aku yang tak lebih dari seorang lelaki pecundang, lelaki yang tak berani melupakanmu.
Tanpa celah Tuhan menampakan segala kebaikanmu dimataku, sehingga sama sekali belum ku temukan ruang tempat untuk melupakanmu.
Perpisahan adalah satu hal yang pasti, hanya mungkin caranya yang berbeda. Dan inilah cara yang Tuhan kehendaki untuk kita.
Insya Allah diantara kita tidak akan pernah ada dendam dan kebencian. Serasa tidak pantas jikalau kita harus meletakan dendam dan kebencian diatas tali antara kau dan aku.
Suka dan duka adalah dua sisi dari koin yang sama, tapi aku tak berani mengundi diri. Segala kemungkinan mempunyai peluang terbuka yang sama, seterbuka kemunginan kita untuk bertemu kembali jika Tuhan menghendaki.
Jangan pula engkau salahkan pertemuan, apalagi mempertanyakan “mengapa semuanya harus berakhir ?”.
Karena semua itu adalah proses kehidupan yang harus berlaku pada semua orang.
Tanpa itu semua kita tidak akan pernah merasakan indahnya sebuah cinta yang sebenarnya, seperti kita tidak dapat merasakan segarnya air sebelum ada dahaga yang dirasa.
Karena kita memang pemimpi di siang hari, untuk itulah, bisakah ku mohon padamu?
Tolong, jangan ambil malam dariku. Tapi jika kau berkeras mengambilnya, maka,,,
loe...gue...END!
0 Komentar
Laporkan Cerita
Penulis
Priswanto
Komentar
(0 Komentar)
belum ada komentar
login