memuisikan kamu
sesungguhnya saya tidak mau ada keistimewaan yang kita rasakan diketahui oleh orang lain, lalu apa istimewanya ? serupa harapan kecil yang ingin saya utarakan malam ini, saat bintang yang katanya terang kerlap kerlip bagai kembang api yang dinyalakan oleh bocah-bocah usia belasan. lalu apa yang sedang malam rasakan ketika kelam sudah tak lagi menawan.. Ah, kamu salah mengerti, cah ayu.. lihat di atas sana… seperti kala kita lihat setahun yang lalu.. biar tanpa lengkung pelangi, langit tetap biru, burung-burung kecil juga terbang, berkejaran berlatar putih mega beriring.
ini tentang kita.. saat aku menulis puisi.. kata menjadi ruang, dan di ruang itu airmata jatuh merupa wanita mematung dan wanita mematung itu kamu, monalisa yang di matanya tergurat partitur rindu-rindu yang menjadikan ianya berkata mencintai itu indah dicintai itu anugerah tidak memiliki rasa cinta diamku.. diammu.
Penulis
Komentar