Merasakan Minus 5 Derajat Celsius di Dieng
Pada bulan Ramadhan ini warga dieng sedang diberikan cuaca ekstrem, karena suhu udara disana bisa menembus hingga minus 5 derajat Celsius. Apalagi saat mendekati bulan purnama, suhu akan terus bertambah ekstrem terutama pada pukul 02.00-06.00 pagi.
Warga dieng akan merasa sakit kepala jika dipaksakan keluar rumah. Akibat suhu ekstrem itu, lahan pertanian kentang menjadi seperti hamparan salju yang memutih. Fenomena alam itu biasa disebut embun upas atau embun yang membeku. Warga juga melaporkan sedikitnya 50 hektare tanaman kentang sudah mati akibat serangan embun upas itu.
Akibat dinginnya suhu pasra petani berangkat ke ladang saat matahari sudah tinggi. Mereka menunggu pipa paralon untuk menyemprot air tidak terlalu beku. Jika dipaksakan, paralon yang terdapat air di dalamnya membeku itu bisa pecah. Tapi hamparan salju di Dieng justru menjadi daya tarik untuk wisatawan, apalagi buat orang yang belum pernah melihat salju.
Fenomena hamparan salju itu hanya terjadi di wilayah Desa Dieng Kulon. Desa ini merupakan lembah yang dikelilingi pegunungan bekas Gunung Dieng purba. Hamparan salju paling mencolok terlihat di sekitar Kawasan Gunung Arjuna. Ini pemandangan yang paling dinantikan oleh wisatawan, yaitu saat candi-candi dikelilingi salju yang sebenarnya embun yang membeku.
Wah ternyata ada salju juga ya di Indonesia. Kalau pengalaman dulu saat traveling ke wilayah dieng suhu udaranya sudah dingin banget walau belum minus, apalagi sekarang ya...
Sumber
Penulis
"Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis"
Komentar
-
novach Ditulis pada tanggal 31 Juli 2012 21:32serasa di luar negeri ya dengan minus lima derajat....
jadi pengen ke dieng,
aku belum pernah sama sekali...