Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

Muka Ndeso, Jokowi Anti Bedak

Muka Ndeso, Jokowi Anti Bedak Joko Widodo, walikota Solo yang mencalonkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Tiada hari tanpa berita dari Jokowi, semua bahas tentang Jokowi. Tidak perlu saya ulangi menguraikan puluhan sukses prestasi Pak Jokowi hingga dia dinominasikan sebagai salah satu walikota terbaik di dunia. Tanya saja sama mbah google apa yang telah diraihnya.

Saat ini yang kebayang adalah muka Ndeso dari Jokowi, karena tampang seperti Pak Jokowi dapat dengan mudah kita temui di pasar, terminal atau pusat keramaian. Penampilan Jokowi kelihatan agak “memelas”, seperti anak hilang. Mungkin seperti anak Solo hilang di Jakarta. Tapi, penampilan tidak penting baginya.

Jokowi bahkan tidak gentar menghadapi Jakarta yang tak seramah Solo. Dia tidak menjual penampian. Terkutuklah penampilan yang menipu rakyat. Maka dia tak perlu punya jambul, tak perlu kumis Abang Jampang. Dia juga tak perlu bicara dengan tata bahasa yang rumit. Dia tahu, yang diperlukan seorang pejabat, juga seorang calon gubernur, ialah tata kerja. Kita biasa menyebutnya dengan nama lain: kinerja. Dan hasil kerja.

Tugas pemimpin memang membikin apa yang mustahil menjadi riil macam itu. Itulah cap pada diri Jokowi, bagaikan “semut” yang gigih bekerja, siang dan malam, untuk menjadi “ibadahnya” sebagai seorang muslim. Seorang pemimpin, ibadahnya ada dan jelas tampak, dalam kerja.

Wali Kota Solo Joko Widodo terang-terangan mengaku tidak terlalu memperhatikan penampilan. Bahkan, setelah dua periode memimpin Solo, kini penampilannya jauh tertinggal dibanding ajudannya. Bahkan Bu Megawati mengaku sempat menyangsikan tampang Jokowi saat mencalonkan diri maju sebagai Walikota Solo tujuh tahun silam.

Pesona Jokowi sukses membangun jaringan viral marketing/ words of mouths yang massif yang mungkin lebih kuat dari kinerja tim suksesnya sendiri, dan citra sejati Jokowi adalah kualitas itu sendiri. Dalam ilmu marketing, kualitas produk dan layanan akan menentukan kepuasan pelanggan. Kualitas kepemimpinan Jokowi di Solo telah berdampak positif bagi kampanye dia di Jakarta. Jauh lebih ampuh dan dahsyat daripada iklan media massa, spanduk apalagi pamflet yang mengotori.

Jadi, melihat tingkat kepopuleran yang dimiliki Jokowi saat ini, akan sangat sia-sia menghamburkan banyak uang untuk mencoba mengalahkannya di putaran kedua. Masyarakat Jakarta sudah punya idola baru, siapa yang bisa menahan serbuan penonton yang berebut ke depan panggung demi sang idola?

Nasehat yang paling bisa diberikan adalah sebaiknya mundur dan memberikan jalan bagi sang bintang baru untuk menjadi pemimpin berikutnya. Selain uang tidak habis percuma, penduduk Jakarta tidak perlu harus libur dua kali.

Dikabarkan oleh tim Sukses Jokowi yang bilang, kalau Jokowi tampil di TV atau publik sama sekali gak mau pakai masker/bedak di wajahnya....Iya lah...muka Ndeso ya percuma aja pake bedak, istilahnya tuh gak ngefek lah yau....Bukan Tampang atau Kumis yang Jokowi jual, tapi Prestasi!!


Baca Juga:
Mengenal Sosok Istri dan Anak Jokowi 


Bonus:

Video Animasi Jokowi
{^YouTubeVideo|(url)https://www.youtube.com/watch?v=BJF6t_nsKt0&feature=player_embedded|(width)425|(height)264|(fs)1|(rel)1^}



Diolah dari berbagai Sumber
Foto dari raytkj.blogspot.com

9 Komentar Laporkan Cerita

Doni

Penulis

Doni

"Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis"

Komentar

(9 Komentar)
  1. kulinet Ditulis pada tanggal 24 Juli 2012 17:40

    bener mau pake bedak 4kg kalo ga berprestasi untuk apa ya, jd kaya topeng monyet nanti mending tampil apa adanya ya kan pa jokowi salut deh buat prinsipnya

  2. kulinet Ditulis pada tanggal 24 Juli 2012 17:40

    bener mau pake bedak 4kg kalo ga berprestasi untuk apa ya, jd kaya topeng monyet nanti mending tampil apa adanya ya kan pa jokowi salut deh buat prinsipnya

  3. kulinet Ditulis pada tanggal 24 Juli 2012 17:39

    haha itu jadi ngeledek tetangga sebelah donk yang jual tampang haha ada2 aja

  4. kulinet Ditulis pada tanggal 24 Juli 2012 17:39

    haha itu jadi ngeledek tetangga sebelah donk yang jual tampang haha ada2 aja

  5. mphiiw Ditulis pada tanggal 20 Juli 2012 21:31

    ya emang sih udah terbukti di kota Solo Jokowi tuh tapi kan beliau juga perlu mempelajri dinamika masyarakat jakarta kan aspek2 kognisi, kerangka berfikir serta latar belakang sosial juga..heheh..siapapun pemimpinnya moga membawa Jakarta ke kondisi yang lebih baik...amien

login