Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

23 Juli 2014

Nasib Karyawan Outsourcing BRI yang divonis Penjara dan Denda karena Perintah Atasan

Nasib Karyawan Outsourcing BRI yang divonis Penjara dan Denda karena Perintah Atasan

Ada kasus penipuan pencairan dana RSUD di BRI majalengka senilai Rp 2,4 M karena kelalaian pejabat. Uang itu di eksekusi via RTGS ke rekening bank lain. Rp. 1,7 M raib dan 700 jt masih bisa diblokir, tapi dana milik RSUD majalengka tetap diganti oleh BRI. 
 
Sepertinya penyelesaian kasus ditekankan pada kelalaian pejabat dan petugas banknya, tidak pada upaya tracking kemana larinya itu duit. Padahal awal kejadian itu disaksikan langsung oleh pejabat dari kanwil bandung sendiri. 
 
Awalnya pas ada kejadian Pincab BRI majalengka melaporkan ke Pihak Kepolisian bahwa telah terjadi penipuan. Namun apa yang terjadi...? Setelah beberapa saat kemudian justru pihak pelapor yang dilaporkan oleh PEJABAT KANWIL BANDUNG. 
 
Dalam laporan tersebut pihak PEJABAT melaporkan bahwa ada 5 (lima ) orang pekerja yang diduga lalai dan tidak menjalankan SOP( PADAHAL SOP SENDIRI TIDAK PERNAH DIKASIHKAN) . Ke 5 orang tersebut adalah 
1. Pemimpin Cabang 
2. Asisten Manajer operasional 
3. Petugas Dana dan Jasa 
4. Teller (2 orang) TAPI PATUT DISYUKURI BAHWA SALAH SEORANG TELLER TERBEBAS DARI JERATAN HUKUM DAN SEKARANG DENGAN SENANGNYA KERJA KARENA HANYA DAPAT TEGURAN DISIPLIN DARI KANTOR WILAYAH (meskipun tugas dan tanggung jawab Teller semua sama dan mengerjakan transaksi sama ANEH PISANNNNNN) 
 
Vonis hakim berdasarkan UU Perbankan sesuai bukti hukum yang ada memutuskan masing-masing 3 tahun penjara untuk mantan kepala cabang, asistem manajer, teller dan petugas Djs serta denda 5 M (lima milyar).  Apakah ini “ADIL” hukum disama ratakan antara pejabat DAN pekerja yang berstatus hanya PEKERJA OUTSORCING. 
 
MEREKA HARUS MENGADU KEPADA SIAPA? 
 
Sekarang Pemimpin Wilayah sudah menjadi DIRUT di bank SYARIAH, PINCA dan AMO sebagai atasan mereka juga terjerat kasus yang sama. Apakah beliau2 masih bisa membantu mereka???? . Padahal mereka tidak pernah pernah nikmatin itu duit barang seperakpun....
 
Ibu asisten dari akhir tahun 2010 sampai sekarang nginep di LAPAS dan mesti bohong ke anaknya di jogja dan pekerja bahwa dia gak balik2 karena mesti kerja. 
 
Tellernya ibu muda punya anak kecil satu, bapak ybs (auditor bri) meninggal (diduga karena shocked atas perlakuan petinggi2 bank kepada anaknya). Petugas DJS, anak pensiunan penjaga sekolah, baru nikah beberapa bulan yang lalu dan pastinya belum menikmati indahnya sebuah pernikahan. Ibunya sakit2an dan sampai detik ini belum mengetahui kalau anaknya terjerat masalah ini (soalnya ibunya sakit struk dan darah tinggi). 
 
Keadilan hanya milik ALLAH SWT, tapi sayang para pemimpin tertutup hati nuraninya, menyedihkan karena Citra seorang ibu yang memiliki anak perempuan 1th, bapaknya meninggal setelah kasus ini berlangsung serangan jantung karena salah satunya memikirkan nasib anaknya karena almarhum kanis kanwil setempat, Aep anak seorang pensiunan penjaga sekolah, ibunya sudah lama sakit.
 
( Apa adil org2 seperti mereka yg harus dihukum 3th dan membayar denda 5M :( :( ....???????????? ??????......") Sekarang mereka sedang menanti dukungan anda semua. 
 
Untuk membantu mereka tolong like ini
 

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
5 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

Penulis

Hely

Komentar

(5 Komentar)
  1. public Ditulis pada tanggal 13 Februari 2012 06:51

    Ayo lawan dukung di http://www.facebook.com/pages/Satu-Juta-Dukungan-aepcitra/327860297259256

  2. public Ditulis pada tanggal 12 Februari 2012 09:38

    Pengadilan sengaja atau tidak mampu mengungkap latar belakang peristiwa dan mencari pelaku sebenarnya.
    Pengadilan hanya membuka lembaran berkas kerja yang isinya tidak mencerminkan penyidikan dan penyelidikan yang lengkap dan teliti dari kepolisian dan kejaksaan.
    Pengadilan mengambil keputusan atas dasar lembar-lembar peraturan dan hukum dan tidak mengungkap fakta dibalik peristiwa itu.
    Pengadilan sepantasnya diganti saja menjadi penegak hukum karena tidak adil lagi....

  3. public Ditulis pada tanggal 10 Februari 2012 17:02

    Innalillahi tragis, kasian sangat...ko bisa-bisanya gak dilacak lebih dalem sih? aneh ini aneh, kasian ini harus diusut, gimana kalo hal serupa juga menimpa kita...ayo para penegak hukum sadar-sadar kasian nih?
    tega banget!!!!

    Ya Rabb bantulah mereka, karena Kau maha penolong....

  4. public Ditulis pada tanggal 10 Februari 2012 16:29

    Aduh... Ini kenapa jadi begini... Apa iya aparat hukum hanya menjerat pihak2 tertentu saja secara tebang pilih ?

    Ya Allah, bantulah mereka yang di zalimi.... amin....

Post Into Facebook Wall
login