Orang yang pertama yang harus aku muliakan itu Umi
Siang itu tak seperti biasanya, aku orangnya sangat jahil diantara temen-temen vespa, seakan-akan aku berada di sebuah kegelapan diantara jiwa-jiwa yang terang. Padahal saat itu aku yang mengajak temen-temen touring pantai carita. Tetapi aku malah duduk terdiam melamun diatas sespan temanku. Ternyata lamunanku itu sebuah pirasat aku akan kehilangan seseorang yang paling aku cintai.
Bukan tanpa alasan aku mengajak temen-temen touring ke pantai carita. Selain itu jadwal bulanan touring, tetapi saat itu kondisi mental aku sangat lemah, aku harus merefresh pikiran ku yang beberapa bulan sebelumnya aku gagal dalam pernikahan juga aku harus kehilangan pekerjaan ku di pabrik, dengan alasan pemutihan karyawan. Kegagalan dalam pernikahan dan kehilangan pekerjaan dampaknya sangat besar sekali bagi kehidupan aku yang sebelumya ceria menjadi seorang pendiam dan tertutup.
Terlalu dalamnya lamunanku di atas sespan temanku. Sampai-sampai beberapa kali keluargaku menelpon seperti sunyi dan tidak terdengar. Bahkan seorangan anak kecil pun yang ingin di foto bareng ayahnya di sespan temenku tak kutanggapi. ( More info : banyak anak-anak kecil terutama yang di daerah-daerah banyak anak-anak kecil yang pengen di bonceng naik sespan dan tidak sedikit pula dari mereka yang meminta foto di sespan, katanya sih seperti naik helicopter.
Tatapanku kosong memandang pantai yang begitu cerah saat itu, rasa es kelapa muda yang kuminum pun seperti hambar dan tidak ada rasanya sekali. Yang terlintas hanya penyesalan dan rasa bersalah dalam pikiranku terhadap Umi. salah satu temanku berlari dan teriak mengarah kepadaku, Brow kita pulang sekarang, Umi sekarang di rawat di rumah sakit ? aku yang masih terhanyut dalam lamunan, aku gak hiraukan temenku yang ngasih kabar tersebut. Dan baru ku tersadar ketika temenku menampar wajahku dan sambil mengingatkanku dengan istigfar, Brow istigfar brow, istigfar. Alhamdulillah dengan istigfar dan tamparan dari temen aku, aku tersadar kembali dari lamunan.
Benar apa yang dikatakan Alm. Nenek aku, dimana pun kamu berada kamu harus tetep istigfar, nyebut nama Allah, jangan pernah berhenti, karena itu yang akan menyelamatkanmu dari lamunan yang buntu dan menyesatkan.
Walaupun aku sedih dan mengucurkan air mata tetapi aku harus konsentrasi karena aku membawa vespa, sesampainya aku bersama temen di rumah sakit PMI , ternyata Umi udah dipindahkan ke Rumah Sakit Islam bogor dengan alasan di pmi tidak ada kamar kosong. Sesampainya aku ke rumah sakit islam bogor, umi aku berada di ruang ICU dan pihak dokter menyuruh keluarga untuk ke dalem semua dan berbicara kepada umi untuk terakhir kalinya.
Sekujur tubuhku kaku tidak bisa bergerak saat melihat Umi bernafas untuk yang terakhir kalinya, bibir ku terdiam tidak bisa berkata-kata, hanya kucuran air mata yang bisa ku ungkapkan saat detik-detik terakhir Umi bernafas.
Alhamdulillah, walupun aku urakan dan sedikit agak preman, tetapi sedikit juga aku sering dengerin nasihat orang tua. Pernah suatu hari orang tuaku bercerita tentang kisah nabi, waktu itu orang tuaku menceritakan bagaimana cara kita menghormati kedua orang tua terutama seorang Ibu yang melahirkan aku. Pernah suatu hari sahabat nabi bertanya kepada nabi muhammad Saw. Sahabat bertanya :
Sahabat nabi : ya rasullah, siapakah orang pertama yang harus aku muliakan ?
Nabi muhammad : Ibumu.
Sahabat nabi : ya rasullah , siapa lagi orang yang harus aku muliakan ?
Nabu muhamad : ibumu.
Shaabt nanbi ; ya rasullah , siapa lagi orang yang harus aku mulaikan ?
Nabi muhammad : ibumu.
Sahabat nabi : ya rasullah , siapa lagi orang yang harus aku muliakan ?
Nabi muhammad : Ayahmu.
Kehilangan umi sungguh menyedihkan hatiku, aku teringat nasihat orang tua dengan cerita kisah nabi, karena sampai umi bernafas untuk terakhir kalinya aku belum bisa memberikan istri yang solehah juga aku belum bisa berbakti kepada beliau.
Penulis
low profile
Komentar