Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

Pantaskah Semen Padang Jadi Wakil Indonesia di Liga Champions Asia ?

Pantaskah Semen Padang Jadi Wakil Indonesia di Liga Champions Asia ?

PSSI kembali membuat sebuah pernyataan yang berpeluang memerehkan kuping sebagian pihak yang bersebrangan dengan mereka. Adalah Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin yang mengeluarkan pernyataan dan kemudian kembali memunculkan perdebatan diantara pengamat dan pecinta sepakbola. Pernyataan itu terkait siapakah yang akan mewakili Indonesia di Liga Champions Asia musim depan.

Ya, dengan lantang Djohar Arifin berujar kalau sebenarnya klub mana yang akan mewakili Indonesia ke Liga Champions tidak perlu dipertanyakan lagi. Ia menyebut, Semen Padang, juara dari kompetisi resmi IPL lah yang berhak melaju ke Liga Champions Asia, meski sebenarnya Sriwijaya FC yang merupakan klub juara Indonesia Super League juga harusnya punya peluang yang sama.

“Sebenarnya ini bukan sebuah polemik. Mengenai siapa yang akan mewakili Indonesia, saya rasa Anda sudah tahu jawabannya. Tim dari kompetisi yang diakui konfederasi resmi, ya itulah yang akan mendapatkan tiket,” ujar Djohar dikutip dari bola.net.

Pernyataan Djohar terkait kompetisi yang diakui resmi inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan lainnya, bukankah ISL pun menurut PSSI dan AFC sudah diakui sebagai liga resmi juga di bawah payung PSSI? Bukankah pada MoU yang ditandatangani pihak PSSI, ISL dan KPSI di hadapan AFC bulan lalu terpampang dengan jelas perjanjian tersebut? Lalu mengapa hak Sriwijaya sebagai klub dan juara ISL dibedakan?

Sebenarnya cara agar mendapatkan keputusan yang adil soal jatah Liga Champions Asia ini mudah saja. Paling mungkin tentunya dengan mempertemukan Semen Padang dan Sriwijaya FC dalam sebuah pertandingan playoff di tempat netral. Nantinya pemenang laga ini akan melaju ke Liga Champions, sementara yang kalah ikut serta di Piala AFC.

Bukankah PSSI jauh-jauh hari sudah menyatakan akan menganggap ISL sebagai kompetisi resmi di bawah naungan mereka? Mengapa untuk Timnas, PSSI tetap memanggil dan mengandalkan para pemain dari klub ISL tanpa dibeda-bedakan sementara untuk hal seperti ini PSSI jadi pilih kasih? Lalu dimana letak PSSI yang katanya menjadi induk dari semua klub di Indonesia?

Tentunya pertanyaan-pertanyaan itu hanya PSSI yang bisa menjawabnya. Kita sebagai pecinta sepakbola nasional pun dipastikan akan kembali menjadi saksi, bagaimana kemelut sepakbola nasional ini terus berlangsung bahkan rasanya akan semakin memanas saja.

Foto : bolaindo.com

 

2 Komentar Laporkan Cerita

Ridho Hutauruk

Penulis

Ridho Hutauruk

Garuda di dadaku!!

Komentar

(2 Komentar)
  1. jajat sudrajat Ditulis pada tanggal 17 Juli 2012 15:28

    pantas dong, kan mereka juga punya kompetisi yang legal sama AFC bahkan fifa

  2. bongabonga Ditulis pada tanggal 30 Juni 2012 19:22

    udahlah tinggal diadu lagi aja antara jawara ISL dan LPI

login