Penikmat Malam : Dini Hari dan Sepi
Dini hari dan Sepi, kini benar-benar dinikmati. Tak ada tumpukan puisi atau kata-kata yang membuat malam ini lebih berarti. Jiwa ini lara dan luka didalamnya menyisakan banyak sekali duka dan aku belum mampu menyembuhkannya.
Malam selalu dijadikan teman, tanpa diminta dia selalu mau menemani dan aku tak mampu lagi berkata-kata. Seolah semua sepi berkumpul disini dan aku tak mau meratapi banyak kisah sedih ini.
Masih menikmati malam dari ketinggian, dengan latar belakang kota yang setiap hari dinginnya benar-benar menusuk tulang dan aku kesepian.
Sunyinya hati ini juga sudah tak mau lagi dibilang, biar saja dini hari dan sepi nan kan selalu pahami bahwa aku juga punya hati.....
Bandung, 12 Agustus 2012
sumber gambar : farah-myfarah.blogspot.com
Penulis
Komentar
-
khorina Ditulis pada tanggal 13 Agustus 2012 09:48
biar galk sunyi married aja kan ada yang nemenin