Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

01 Agustus 2014

Peraih Nobel Itu 'Diam' Atas Muslim Rohingya!

Peraih Nobel Itu 'Diam' Atas Muslim Rohingya! 650 orang dikabarkan tewas, 1200 orang lainnya dinyatakan hilang dalam sebuah peristiwa paling mengenaskan tahun ini, bentrok yang terjadi Myanmar, tetangga Indonesia dalam rumpun ASEAN

Sebelumnya Presiden Myanmar Thein Sein mengatakan, Muslim Rohingya harus diusir dari Myanmar, ia akan mengusirnya andaikan ada negara dunia ketiga yang mau menampungnya. Bahkan presiden pemimpin junta militer ini rela ‘melempar’ muslim Rohingya ke tempat penampungan pengungsi PBB. itu solusi di kepala pemimpin Junta militer itu atas konflik antar agama dan menempatkan mulism Rohingya sebagai biang keladi apalagi mereka dianggap hanyalah imigran gelap.

Sebelumnya juga, sebelum pembantaian yang jelas-jelas menghina Hak Asasi Manusia (HAM) tokoh pro demokrasi yang berpuluh tahun menjadi lawan bagi tirani militer dan otoritarianisme, Aung Sang Suu Ky setelah menanti 21 tahun akibat penahanan pemerintah Myanmar, akhirnya Juni lalu juga menerima hadiah Nobel nya di Norwegia.

Di diataran benua Eropo, pada upacara penerimaan Nobel yang penuh haru itu ia sempat berpidato dan berkata “Bagi saya, menerima nobel penghargaan berarti menambah kepedulian saya untuk demokrasi dan HAM,” ucapnya.

Aung Sang Suu Ky yang pernah memenangi hadiah Nobel perdamaian, Suu Ky adalah Pimpinan Partai Pro demokrasi yang pada tahun 1990 memenangi Pemilu di Myammar namun kemenangan itu tidak diakui oleh Pemerintahan junta Militer.

Tetapi pidatonya di Eropa itu seolah di jawab sebaliknya dengan yang terjadi di negerinya, Myanmar berkecamuk, aroma SARA keras menyengat, dan Aung Sang Suu Ky hanya diam!

Apakah perempuan yang mensetia demokrasi dan HAM nyaris di sepanjang hidupnya telah mengingkari kata-katanya sendiri bagi perjuangan HAM, sementara di depan matanya, pelanggaran HAM begitu telanjang terjadi. Ataukah HAM dan pembelaan yang dimaksud pada demokrasi juga bermotif keyakinan pribadinya? tentu sungguh mengecewakan kalau jawabanya iya.

Beberapa pakar menganggap tokoh perempuan tangguh dari negeri para Bhiksu ini, tengah mengambil sikap hati-hati terkait pencalonannya sebagai Presiden nantinya, masyarakat muslim adalah segelintir saja sebagai pemilih disana, tetapi ketika dia begitu dibatasi oleh rezim junta militer, partainya masih bisa memenangi Pemilu.

Lagi pula, ini masalah kemanusian, sebuah urusan yang lebih besar dari sekedar pencalonan presiden, ini urusan tentang wajah peradaban manusia, tentang urusan universal dan bukankah karena itu Oslo, Norwegia memberinya penghargaan Nobel Perdamaian, tapi Aung Sang Suu Kyi kini setelah muslim Rohingya di bantai di negerimu sendiri, kenapa kau masih diam? atau kau harus mengembalikan Nobel itu saja ?


Baca juga:
Kronologis Lengkap Pemicu Tragedi Pembantaian Etnis Rohingya


Foto: current.com

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
1 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

Brutus

Penulis

Irwan.AR

pengabar, freelance. penyuka kopi hitam

Komentar

(1 Komentar)
  1. novach Ditulis pada tanggal 30 Juli 2012 20:03

    ya diam lah...
    aung san suu kyi kan bukan muslim jadi ga mau bersuara tentang muslim yang di bantai deh....

Post Into Facebook Wall
login