Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

20 Juni 2013
Musik
Opini
Wisata

Petikan Wawancara Eksklusif Bambang Pamungkas dengan FIFA

Petikan Wawancara Eksklusif Bambang Pamungkas dengan FIFA

Tidak bisa dipungkiri kalau Bambang Pamungkas adalah salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Dan hal tersebut tidak saja menurut anggapan para pecinta sepakbola nasional saja, melainkan Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) pun mengakui kapasitas seorang Bambang Pamungkas. Tak heran jika FIFA pun memberikan kehormatan pada pemain yang akrab dipanggil Bepe tersebut dengan sebuah wawancara eksklusif. Wawancara tersebut bahkan terpampang di situs resmi FIFA.

Dalam petikan wawancaranya dengan FIFA tersebut, Bepe pun menceritakan awal mula ia bisa memilih sepakbola sebagai jalan hidupnya. Bepe mengungkapkan kalau sebenarnya sejak kecil ia tidak pernah bercita-cita sebagai pesepakbola melainkan ingin menjadi seorang guru.

"Awalnya tidak pernah terlintas dalam pikiran saya untuk menjadi pemain sepak bola. Mimpi saya adalah menjadi guru. Pada ulang tahun saya yang kedelapan ayah memberi saya sepasang sepatu bola, sejak itu saya ingin menjadi pesepakbola." Ungkap Bepe.

Bepe kemudian juga mengungkapkan kalau Paul Gascoine dan Kurniawan Dwi Julianto adalah pemain yang menjadi sumber inspirasinya. Khusus untuk Kurniawan, Bepe bahkan berhasil mencapai mimpinya untuk berada di satu tim bersama sang legenda Indonesia tersebut.

"Saya bermain sebagai gelandang serang ketika di awal karir dan menurut saya Paul Gascoigne adalah seorang jenius di era itu,"

"Untuk Kurniawan, hampir semua remaja menganggapnya sebagai idola, termasuk saya. Pada tahun 2000, kami bermain bersama di timnas dan itu mimpi yang menjadi kenyataan." Papar Bepe.

Bepe mulai memperkenalkan dirinya di kompetisi domestic saat bergabung dengan Persija Jakarta pada tahun 1999. Dan di musim debutnya tersebut, Bepe langsung mencetak 24 gol dari 30 pertandingan. Ia pun terus tampil konsisten hingga akhirnya menarik minat klub Belanda dan bermain di sana untuk beberapa waktu. Sayang, cuaca yang tidak cocok membuat Bepe harus kembali ke Persija.

"Saat itu saya sangat termotivasi untuk membuktikan bahwa saya pantas untuk bersaing dengan semua striker top di Indonesia. Di sisi lain, mungkin pemain bertahan saat itu tidak terbiasa dengan gaya bermain saya, jadi mungkin agak sulit untuk bermain melawan saya."

"Salah satu momen paling penting dalam karir saya adalah ketika saya di Belanda. Saya belajar banyak tentang bagaimana hidup sebagai pemain sepakbola profesional. Sayangnya, cuaca dingin membuat saya agak sulit untuk beradaptasi. Tapi, karakter saya banyak terbentuk selama di sana."

Kembali ke Indonesia, Bepe pun tak bisa lepas dari persija. Sukses memberikan gelar Juara Liga untuk Macan Kemayoran, pada tahun 2005 tawaran untuk bermain di luar negeri kembali didapatnya. Kali ini klub Malaysia, Selangor yang tertarik mendatangkannya. Dan kembali, di musim debutnya di Liga Malaysia, Bepe sukses mencetak rekor, membuat 41 gol dari 43 pertandingan, meraih treble gelar domestic, tidak pernah mengalami cedera bahkan tidak sekalipun ia mendapatkan kartu kuning. Setelah dua musim di Malaysia, Bepe kemudian kembali ke Indonesia, kali ini ia mendapatkan tawaran lagi dari klub asing, yaitu Wellington Phoenix asal Selandia Baru. namun cuaca lagi-lagi jadi masalahnya, ia tidak bisa bertahan dan batal pindah ke sana.

"Sekali lagi, cuaca dingin di Selandia Baru membuat saya berpikir dua kali, karena akan sulit bagi saya dan keluarga saya tinggal di sana. Mungkin masih akan ada kemungkinan bagi saya untuk bermain di Asia Tenggara." Papar Bepe.

Usia Bepe kini tidak muda lagi. Ia sudah menginjak 32 tahun, namun masih memiliki ambisi dan mimpi pribadi. Ya, Bepe sangat ingin mempersembahkan sebuah trofi untuk Timnas Indonesia.

"Segala rekor saya tak ada artinya jika saya tak meraih trofi. Sebuah trofi penting bagi Indonesia dan akan menjadi akhir yang manis sebelum saya pensiun. "

Lalu apa yang akan ia kerjakan jika pensiun nanti. Bepe ternyata orang yang multi talented. Tidak hanya pandai bermain sepakbola, Bepe juga piawai merangkai kata dan menjadikannya sebuah tulisan yang bagus. Selain itu bepe juga senang memasak dan suatu saat ingin mencoba menjadi koki.

 "Mungkin aku akan menjadi pelatih, atau mungkin cukup menghabiskan diri di kamar dengan laptop dan segelas kopi sebagai penulis. Atau menjadi koki! Jamie Oliver adalah koki favorit saya. Gaya memasaknya ekspresif dan inovatif. "

Di akhir wawancara, Bepe pun menitipkan pesan. Sebuah pesan yang ia titipkan kepada Indonesia, Negara yang ia cintai dan puluhan tahun ia bela panji-panjinya. Pesannya itupun secara khusus ia sampaikan kepada para pesepakbola penerus dirinya.

"Suatu hari bisa jadi kalian semua menggantikan saya, jadi persiapkan diri sebaik mungkin. Jangan pernah berhenti bermimpi." Tutup bepe. (RH)

Foto : ceritamu.com

0 Komentar Laporkan Cerita

Ridho Hutauruk

Penulis

Ridho Hutauruk

Garuda di dadaku!!

Komentar

(0 Komentar) belum ada komentar
login