Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

Polisi Salah Gerebek disandera Warga

Polisi Salah Gerebek disandera Warga Polisi memang ditugaskan untuk menangkap orang yang melakukan kejahatan atau perbuatan melawan hukum. Anggota reserse biasa mengintai dan menangkap target operasi sesuai perintah atasan. Tapi kalau targetnya salah dan sudah ada kekerasan yang dilakukan terhadap korban salah tangkap jadi fatal akibatnya. Seperti apa yang saya baca di merdeka.com pagi ini, kalau ada tujuh orang anggota kepolisian dari Polres Kediri yang sempat ditahan warga Dusun Pojok, Desa Selosari, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, setelah salah menggerebek rumah warga yang diduga merupakan bandar narkoba, Minggu (19/8) sekitar pukul 04.25 WIB.


Tujuh orang polisi itu tiba-tiba menggerebek rumah seorang warga bernama Mintoro. Mereka langsung merusak pintu dan menemui Mintoro yang saat itu sedang bersiap menjalankan ibadah Salat Idul Fitri. Bahkan, petugas sempat menganiaya Mintoro dengan memukul wajah hingga gigi korban copot. Polisi juga maksa Mintoro menunjukkan lokasi penyimpanan narkotika, karena dia dituding sebagai salah satu jaringan yang terlibat penjualan narkotika. Bahkan petugas juga sempat menodongkan senjata ke arah korban dan istrinya, Yuni.


Melihat ada pengerebekan polisi di wilayahnya, perangkat desa datang ke rumah korban dan meminta petugas menyampaikan identitas daftar pencarian orang (DPO) yang diduga bandar narkoba. Ternyata tuh para polisi lagi mencari Heru, salah seorang pengedar yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika. Petugas baru sadar jika salah sasaran ketika korban menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) dan namanya adalah Mintoro. Walah...lha kok bisa??


Jelas aja warga jadi kesal melihat ulah petugas yang seenaknya. Akibat itu warga juga sempat melakukan penyanderaan terhadap petugas kepolisian yang menggerebek rumah Mintoro sekitar empat jam. Setelah petugas provost dari Polres Kediri datang baru warga bisa ditenangkan dan warga menuntut agar kepala operasional penggerebakan meminta maaf. Dan Mintoro berencana menuntaskan kasus yang menimpanya melalui jalur hukum. Karena dia dan istrinya mengaku sangat trauma dengan kejadian tersebut.


Jelas kejadian ini sangat memalukan bagi institusi kepolisian. Memang masyarakat berharap polisi selalu bertindak tegas kepada para pelanggar hukum, tapi dengan aturan dan proses yang jelas. salah tangkap dalam penggerebekan sangat merugikan korbannya secara moral dan fisik. Semoga kedepannya polisi di lapangan bisa lebih akurat dalam menentukan target operasi dan koordinasi yang baik dengan warga setempat.



Ilustrasi: merdeka.com

1 Komentar Laporkan Cerita

Doni

Penulis

Doni

"Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis"

Komentar

(1 Komentar)
  1. Ayi Bunbun Ditulis pada tanggal 21 Agustus 2012 19:34

    Korban berhak ganti rugi,lho

login