Potensi dalam diri kita adalah MukjizatNya 2
Bismillahirrohmaanirrohiim,
Assalamualaikum Wr. Wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang dengan kuasaNya kita masih menikmati indahnya mentari pagi yang menyeruak di sela-sela dedaunan nan rindang, dan riuh gemerciknya air di pemandian. Semoga kesejahteraan dan derajat yang tinggi tetap tersandang pada kekasih
tercinta yang cintanya pada umatnya melebihi kasih sayang seorang ayah pada anaknya. Ia lah baginda yang mulia Muhammad SAW, dan para keluarganya yang luhur serta sahabatnya yang terhormat , juga umatnya hingga akhir jaman kelak.Wa ba'du.
Gimana sob? Masih semangat kah meniti hari menyambut mentari dan mereguk segarnya air kehidupan? Pagi yang indah, hari ini bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, hari jumat yang juga merupakan hari agung umat muslim dimana segala macam kebaikan dilipat gandakan
sang Khalik yang Maha Mulia. Dalam kesempatan yang baik ini, ada baiknya kita membicarakan keaguanNya . Karena mengagungkan ( Ta'dim ) padaNya adalah seutama-utama amal diantara amal yang utama, karena setelah ta'dim itu akan muncul Mahabbah ( Cinta ). Lalu
bagaimana kah keadaan orang yang saling mencinta? Ia ridho pada kita dan kita ridho padaNya, dan segala bentuk KeridhoanNYA adalah anugerah dan Rahmat terindah dan teragung bagi seorang mahkluk.
Pada postingan kedua ini penulis fakir mencoba berbagi dan mengurai guratan makna yang sebelumnya Potensi dalam diri kita adalah mukjizatNya 1, masih tentang guratan yang sama, yakni " siapa yang tidak mengenal dirinya maka tidak akan mengenal Tuhannya". Begini
sob, menurut sobat apa sih yang paling penting dalam diri kita itu? mungkin sobat bisa menerka sendiri jawaban tersebut. Sebelum penulis fakir menguraikannya berikut sub bagian guratan itu:
1. Aql ( akal pikiran, logika, karsa )
2. Naps ( Jiwa, ruh, nyawa, hawa nafsu )
3. Jism ( wujud, raga, indra, rasa)
Dalam sebuah riwayat Allah Menitahkan pada malaikat untuk menghadapkan akal padaNya, kemudian Allah bertanya pada akal " Wahai akal akan kah kau tunduk padaKu", sang akal menjawab " wahai Tuhanku yang Maha mulia, hamba tunduk patuh padaMu dengan segala kekuranganku".
Demikian akal itu kemudian diberikan hikmah ilmu pengetahuanNya dimana dengan akal itu kelak yang menyandangnya akan mengenal Tuhannya. Hingga Allah kemudian mendeklarasikan bahwa Ia yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya di segenap majelis malaikat yang mulia
bahwa dia akan menciptakan seorang mahkluk lagi yang bernama Adam ( Bapak Manusia ), adam ini akan dihembuskan tiga unsur tadi ( Aql, naps, dan jism). Yang dengan KekuasaanNya ketiga unsur tersebut berpadu sehingga terciptalah mahkluk yang paling mulia di
sisiNya diantar makhluk yang lain ialah Manusia. Namun para malaikat mempertanyakan keabsahan Sang Khalik " Wahai Tuhanku, apakah Engkau akan menciptakan makhluk yang suka menumpahkan darah?". Ia dengan KeMaha KuasaanNya menjawab " Aku lebih mengetahui segala
sesuatu sebelum kalian". Kemudian para malaikat itu pun tunduk patuh dan menyadari kealpaan diri mereka bahwa semua yang Allah SWT kehendaki pasti akan terjadi, dengan satu kalimat " Kun Faya kun", Terjadilah maka terjadilah ia. Kemudian Allah menciptakan
wujud Adam dengan sempurna. Dari sinilah permulaan peran pentingnya akal. Mungkin sobat sang fakir bertanya-tanya kenapa Aql ditempatkan pada urutan pertama? Aql ( Akal) adalah kontrol ( driver) dari seluruh keutuhan manusia itu sendiri.
Penulis
Ketik-ketik n ketik, search-search n search, read-read n read, dzikir-dzikir n dzikir sampai menemukan hakikat ma'rifat tuhanku.
Komentar