Rhoma Irama Ada Dibalik Kampanye SARA ?
Agak sedikit tidak percaya ketika saya sedang membaca sebuah berita di media online Trinunnews (01/08/2012). Dalam berita itu disebutkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta sedang menyelidiki kasus dugaan adanya penggunaan isu Sara (suku, agama, ras antar golongan) yang dilakukan oleh pendangdut Rhoma Irama. Seperti diketahui, raja dangdut ini memang dikenal sebagai salah satu tim sukses dari pasangan incumbent Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara).
Sebelumnya pernah diberitakan bahwa ia membenarkan penggunaan isu Sara dalam kampanye saat memberikan ceramah solat teraweh di mesjid Al-Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada minggu (29/07) lalu.
Untuk menunjukkan akuratan itu pihak Panwaslu pun melengkapi bukti terlebih dahulu dan sudah mendapatkan video durasi tujuh menit. Selain itu, Panwaslu juga sedang mencari saksi-saksi yang menyaksikannya langsung. Selanjutnya Panwaslu akan gelar perkara untuk merekontruksi kejadian dan yang terakhir bila semuanya sudah lengkap maka yang bersangkutan akan dipanggil.
Isu Sara merupakan hal yang sangat sensitif bagi masyarakat, maka tak heran bila banyak orang yang memandang krusial. Terlebih ketika pendangut itu menyatakan di sebuah media Kompas.com (30/07/2012) isu Sara dibenarkan. Ia menyatakan kampanye yang mengusung Sara diperbolehkan, bahkan dibenarkan oleh Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Jimly Assidiqie.
Hal ini pun sontak menuai komentar dan pertanyaan, malah ada juga yang bertentangan dengan keterangan tersebut. Mengingat lawan dari Foke-Nara adalah Jokowi-Ahok yang notabene keduanya berasal dari agama dan etnis yang berbeda. Memang sudah beberapa waktu belakangan ini, isu sara kerap menghampiri pasangan ini. Bahkan di sejumlah jejaring sosial seperti twitter, Ahok sering dikultwit (kuliah twit) negatif oleh akun anonim yang tidak diketahui siapa pemiliknya dan dari mana sumbernya.
Apapun itu, jujur saya sangat tidak setuju dengan isu Sara. Kalau timses dari masing-masing calon masing menggunakan isu ini sangat disayangkan sekali. Indonesia itu kan memiliki sistem demorasi yang bagus, lalu kenapa tidak diterapkan saja. Kan dengan begitu segala macam kecurangan atau pun isu-isu murahan seperti Sara bisa dihindari atau bahkan dihilangkan.
(foto : mediaindonesia.com)
Penulis
Komentar
-
Wi2n Ditulis pada tanggal 02 Agustus 2012 19:35
Setiap pilkada atau pemilu selalu saja ada banyak isu yang dilötarkan, mulai dari money politik dan sara. Terlepas dari benar atau tidaknya, kita harus tetap memandang optimis bahwa rakyat semakin hari semakin cerdas semoga saja rakyat benar2 memilih pemimpin yang tetap berdasarkan hati nurani sendiri tanpa terpengaruh orang