Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

25 Oktober 2014

Seorang Pembantu Dirantai Bersama Anjing dan Disiksa Satu Keluarga

Seorang Pembantu Dirantai Bersama Anjing dan Disiksa Satu Keluarga TERSANGKA PENGANIAYAAN - Tersangka penganiayaan terhadap pembantu, Ny Tan Fang May (47), menangis di hadapan penyidik saat menjalani pemeriksaan di Polrestabes Surabaya, Minggu (22/5).(Surya/Sugiharto)


Penyiksaan pembantu rumah tangga oleh majikan tidak hanya dialami oleh pekerja di luar negeri. Sebuah drama penyiksaan manusia oleh manusia lain tersimpan erat selama enam bulan di sebuah perumahan mewah di Surabaya Barat.

Marlena, gadis 17 tahun asal Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban disiksa oleh keluarga majikannya. Kini sang majikan, Tan Fang May (47) alias Cik Fang; Eddi Budianto (50) suami Fang; Ezra Tantoro Suryasaputra (27) anak pertama Fang; dan Rony Agustian Hutri (32) menantu Fang, mendekam di tahanan Polrestabes Surabaya dengan tuduhan bersama-sama menganiaya Marlena. Sedangkan Hosea (anak kedua) dan Lidya (anak ketiga/istri Rony) masih diperiksa sebagai saksi.

Kini, meski berakhir, penyiksaan itu meninggalkan cacat tetap di tubuh Marlena. Luka-luka itu antara lain, luka bakar dan memar. Bahkan kaki kanan Marlena terancam diamputasi karena terjadi penggumpalan darah dan hampir membusuk. Sudah tiga tahun Marlena bekerja di keluarga yang tinggal di kawasan Darmo Permai Selatan itu. Namun, baru enam bulan terakhir, tepatnya sejak Desember 2010, penyiksaan begitu hebat. Selama itu pula, Marlena dipaksa tidur bersama anjing peliharaan keluarga yang diikat di pekarangan belakang rumah. Layaknya anjing, leher Marlena juga dirantai. Marlena tidur tanpa alas bercampur kotoran dan air kencing anjing. Karena tidur di tempat kotor itu, luka-luka penyiksaan di tubuh Marela pun mengalami infeksi.

Ada satu modus penyiksaan baru yang diketahui polisi. Kaki Marlena dibungkus kaus kaki, lalu direndam dalam air sabun selama beberapa hari di plastik besar. Hasilnya, kaki Marlena melepuh dan pecah-pecah. Meski terasa nyeri, Marlena tidak bisa menggaruk karena bisa-bisa terkelupas. Seolah belum cukup, Marlena disekap di kamar mandi setiap pukul 17.00 hingga 07.00 keesokan harinya, itu pun dengan mulut tersumpal kain. Puncak penyiksaan yang dialami Marlena terjadi pada 12 Mei lalu, lantaran gadis itu tidak mau mengakui tuduhan mencuri perhiasan senilai Rp 1 miliar. Fang yang dikenal tempramen itu menginjak-injak seluruh tubuh Marlena, mulai dari kepala, badan, hingga kaki. Fang terus-terusan menginjak kaki Marlena hingga mengalami pembekakan hebat.


Pada 14 Mei, kekejaman Fang tidak berakhir. Marlena yang sudah tidak bisa berdiri lagi itu, kembali disiksa. Fang mengambil sutil yang baru saja dipakai menggoreng dan disundutkan ke kedua lengan Marlena.



Sumber: Surya

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
0 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

Bimo_Wahyu

Penulis

Bimo wahyu

Komentar

(0 Komentar) Yuk jadi yang pertama Komentar disini
Post Into Facebook Wall
login