Seorang TKW Dapat Warisan Rp 50 Miliar
Kebayang gak kalau kamu megang duit 50 Milyar? wah...sepersepuluhnya aja belum pernah megang apalagi segitu. Tapi nasib mujur itu dialami oleh seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia di Arab Saudi. TKW itu mendapatkan warisan dari suaminya yang sebelumnya menjadi majikannya selama bekerja di sana. Pembantu tersebut dipastikan memperoleh warisan setelah hakim Sheikh Abdurrahman Al-Dakhil mengadili perkara rebutan para ahli waris dari majikan tersebut.
PRT yang dirahasiakan namanya demi keamanan, asal Indonesia dan mengadu nasib ke Arab sejak 10 tahun silam. Menurut surat kabar Saudi, Okaz, wanita asal Indonesia itu menjadi pembantu di rumah seorang majikan yang juga pengusaha properti di Kota Taif, Saudi Barat. Pengusaha properti tersebut kemudian menikahi pembantu asal Indonesia itu. Namun tak berapa lama kemudian sang majikan meninggal dunia. Pengusaha tersebut mewarisi banyak lahan dan gedung apartemen di Taif, terutama di pinggirian kota senilai total 300 juta riyal.
Sejak meninggalnya sang pengusaha, terjadi sengketa diantara para ahli warisnya. Namun PRT asal Indonesia yang sudah menjadi istri dari almarhum memutuskan untuk tetap bertahan di Taif hingga mendapatkan hak warisannya, sesuai hukum setempat.
Setelah berunding 8 tahun diantara para ahli waris tersebut, akhirnya hakim Sheikh Abdurrahman Al-Dakhil memutuskan bahwa PRT Indonesia berhak mendapatkan warisan senilai 20 juta riyal. Uang itu didapat dari hasil penjualan lahan dan apartemen. Sayang, si pembantu tidak diterangkan nama dan asal daerahnya di Indonesia dan bagaimana nasibnya kini setelah mengantongi uang Rp 50 miliar.
Saya jadi teringat kembali ibu pernah bilang “Tuhan nggak pernah salah ngasih rezeki, rezeki nggak akan pernah ketuker”. Nah, salah satu contohnya ya cerita di atas tadi. Jika kita mau membuka hati dan pikiran membaca tanda-tanda kehidupan yang dihadirkan Sang Pemilik Kehidupan. Maka akan banyak kita temukan bahwa rezeki itu sering kali datang dari orang yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
Satu lagi, jangan mengeluh! ini penting. Mengeluh cuma menghabiskan banyak waktu. Hati sempit, pikiran sesak. Waktu habis untuk menggerutu. Orang yang banyak mengeluh itu kurang bersyukur. Soal penghasilan kurang, setiap orang juga merasakan. Tapi, orang pengeluh pasti cuma mikirin kurangnya saja. Sedangkan bagi yang berpikir positif, tidak melulu mengeluh. Kalau gaji kurang, ia pasti berusaha keras mencukupi. Dengan jalan lain yang halal tentu saja. Saya harus bertekad menjemput rezeki saya yang berserakan. Bagaimana dengan Anda?
Mau sukses mesti tidur lebih malam, bangun lebih pagi, kerja lebih keras, hidup lebih hemat. Insya Alllah...
Sumber
Penulis
"Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis"
Komentar
-
andy pratama Ditulis pada tanggal 17 Juli 2012 22:05.ya asal trus tidak lpa sama yg di atas saja,
sbgian harus disodakohkan.. -
AGUS EKA SAPUTRA Ditulis pada tanggal 17 Juli 2012 10:14
manteb deh,,,
#MAu
seandai nya saya yang dapat segitu, pst saya bahagia bgt
amin semoga saja -
jajat sudrajat Ditulis pada tanggal 15 Juli 2012 14:12banyak diantara TKW yang tertindas, tetapi ini cerita yang paling menarik yang saya baca, andaikata TKW semua mempunyai kisah seperti ini, pasti mereka bahagia menjadi seorang tkw
-
wonk ratji Ditulis pada tanggal 13 Juli 2012 07:18
itu tandanya cinta tidak memandang tinggi rendahnya derajat orang, nyatanya meski dari keluarga sederhana diya diberi kepercayaan untuk mengelola tinggalan sang suami
-
wonk ratji Ditulis pada tanggal 13 Juli 2012 07:16
ikut seneng juga euy, orang indonesia bisa membuat orang arab kepencut..