'Sepucuk Surat Warna Hujan'
ceritapun berlanjut, barisan kata mulai menyeruak.. sepucuk surat warna hujan aku tulis, dalam remang lampu dan dinding kamar yang sudah tak lagi biru. ingatanku melemah, menelan peristiwa tentang sepotong episode. sepotong episode yang tak kunjung usai. tentangmu dan tentang kegelisahan yang memaksa keringat mengucur dari pori-pori. untunglah saat alur cerita mulai meredup senyummu perlahan datang, mendekap mungil.
dan semua berlanjut sedemekian rupa, serupa jam dinding yang tak kenal lelah berputar sebelum semuanya habis. untuk sebuah kata sederhana dan irama manja yang sempat terlupa dalam ingatan. maka, sepucuk surat warna hujan aku kirim.. saat malam merenda kelam menyentuh rindu yang ingin bertemu.
Penulis
Komentar