Sosok Jokowi Masih Diragukan
Berbagai penilaian untuk cagub Jokowi bermacam-macam diberikan oleh pengamat politik. Ada yang menilai sosok Jokowi tepat untuk Jakarta, namun ada pula yang menilai bahwa Walikota Solo ini tidak sesuai memimpin ibu kota. Seperti berita yang dilansir oleh Tribunnews.com, sosok Jokowi dinilai bukan magnet utama dalam menarik suara warga Jakarta. Itu jika perolehan suara golongan putih (golput) yang lebih tinggi ketimbang peroleh suara pasangan Jokowi-Ahok.
Menurut Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I) Tom Pasaribu, tingginya angka golput sebesar 2.555.2007 yang mengungguli perolehan suara Jokowi-Ahok sebesar 1.847.157 suara, membuktikan Jokowi bukan magnet untuk menarik suara masyarakat.
"Angka golput putaran pertama lebih tinggi dibanding Pemilukada DKI 2007. Artinya, Foke-Nara masih ada peluang untuk memenangkan Pemilukada DKI putaran kedua," ujar Tom, Jumat (20/7/2012).
Foke, lanjutnya, dapat memenangkan putaran kedua, dengan syarat harus mampu mengubah citranya. Selama ini, papar Tom, kesan masyarakat bawah tentang Foke adalah emosional dan kurang merakyat. Tom juga berpendapat, saat ini jangan ada lagi egosentris dari suku tertentu, dan harus mengedepankan nasionalisme serta wajah pribumi.
Tapi kalau menurut saya, penilian itu kurang tepat. Karena warga Jakarta sudah lebih pintar dalam menilai siapa calon pemimpinnya. Lagi-lagi penduduk Jakarta itu heterogen jadi bisa saling bertoleransi.
(foto : republika.co.id)
Penulis
Komentar
-
novach Ditulis pada tanggal 23 Juli 2012 09:24kenapa ya masih ada aja yang golput...
padahal suara mereka sangat di butuhkan buat kemajuan jakarta.... -
jajat sudrajat Ditulis pada tanggal 21 Juli 2012 15:39biarin dah mau ngomong apah, tetapi jokowi pasti bisa kok memperbaiki kota jakarta