Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

25 Oktober 2014

THE ACT OF KILLING, Film Berbahasa Indonesia Syarat Kontroversi

THE ACT OF KILLING, Film Berbahasa Indonesia Syarat Kontroversi Sebuah film dokumenter dalam bahasa Indonesia karya Joshua Oppenheimer dalam waktu dekat akan segera beredar. Film berjudul “The Act of Killing” atau “Jagal” yang dibintangi oleh Haji Anif, Syamsul Arifin, Sakhyan Asmara, Anwar Congo, Jusuf Kalla, Herman Koto, Haji Marzuki, Safit, Pardede, Ibrahim Sinik, Soaduon Siregar, Yapto Soerjosoemarno, dan Adi Zulkadry dibuat oleh sutradara Joshua Oppenheimer asal Denmark.

Dijadwalkan untuk rilis pada tanggal 8 Oktober di Denmark, film berbudjet US$ $1,000,000 ini bercerita tentang Anwar Congo dan kawan-kawannya. Berikut ini adalah sinopsis lengkapnya:

“MEDAN, INDONESIA – Ketika pemerintah Indonesia digulingkan oleh militer di tahun 1965, Anwar Congo dan kawan-kawannya dipromosikan dari preman kampung yang kesehariannya berjualan tiket bioskop di pasar gelap, menjadi para pimpinan pasukan pembunuh. Konon, mereka telah membantu Angkatan Darat Indonesia untuk membunuh lebih dari satu juta penduduk Indonesia yang dituduh Komunis, beretnis China dan para kaum intelektual hanya dalam waktu kurang dari satu tahun.

Sebagai eksekutor untuk kelompok pembunuh paling ditakuti di kotanya, Anwar sendiri sudah membunuh ratusan orang dengan kedua tangannya. Hari ini, Anwar dipuja sebagai bapak pendiri sebuah organisasi sayap kanan paramiliter yang berasal dari kelompok pasukan pembunuh. Organisasi ini sangatlah berkuasa, sampai-sampai para pemimpinnya sendiri duduk di kursi kementrian negara, dan mereka dengan bangga memamerkan semua kelakuannya, mulai dari korupsi dan pengaturan permainan pemilu, sampai pembunuhan masal.”

Menurut Joshua, “The Act of Killing” menggambarkan para pembunuh yang telah jaya, dan tipe masyarakat seperti apa yang mereka bangun. Tak seperti kaum Nazi dan pembunuh masa di Rwanda, Anwar dan teman-temannya tidak pernah dipaksa oleh negara untuk mengakui kalau mereka telah melakukan kejahatan terhadap hak asasi manusia. Alih-alih, mereka malah menulis sejarah kemenangan mereka sendiri, menjadi pujaan oleh jutaan paramiliter muda.

“The Act of Killing” juga merupakan sebuah perjalanan ke dalam memori dan imajinasi dari para pelaku pembunuhan masal ini. Menawarkan sebuah gambaran seperti apa sih isi pikiran dari seorang pembunuh masal? Penasaran seperti apa? Tonton saja trailernya dibawah. (RD)

{^YouTubeVideo|(url)http://www.youtube.com/watch?v=THh1krqYwo4|(width)425|(height)264|(fs)1|(rel)1^}

Foto: soundonsight.org/medanbisnisdaily.com

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
0 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

RD

Penulis

Facebook ID - 1170934779

Komentar

(0 Komentar) Yuk jadi yang pertama Komentar disini
Post Into Facebook Wall
login