Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

Tragedi Kemanusiaan Rohingya, Demokrat Turut Sedih

Tragedi Kemanusiaan Rohingya, Demokrat Turut Sedih

Pelanggaran HAM berat yang menimpa para etnis Muslim Rohingya di Myanmar bagian barat, sedikit demi sedikit dusah menjadi perhatian dalam negeri. Berbagai LSM, organisasi, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut ikut menyumbang suara mereka terkait bantuan moril maupun materil kepada kaum teraniaya tersebut. Kali ini partai Demokrat mulai ikut berkomentar terhadap tragedi yang kabarnya telah menewaskan ratusan etnis muslim itu. Partai berlambang mercy itu diberitakan akan membantu dan menciptakan beberapa strategi agar dapat memberi bantuan kepada etnis Rohingya.

Seperti yang dilansir Merdeka.com: Ketua DPP Bidang Tanggap Darurat Partai Demokrat Umar Arsal menyayangkan aksi kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar. Setidaknya Partai Demokrat akan mengambil langkah-langkah yang efektif untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Kita tidak mau kalah dengan lainnya, apalagi ini di bulan Ramadan, insiden di Myanmar amat sangat disayangkan sekali. Pertama, walau pun masa reses, internal Demokrat sudah bermusyawarah membicarakan persoalan Rohingya dan akan disampaikan kepada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Bapak SBY. Beliau kan tokoh internasional, memiliki wibawa dan dihormati dunia," kata Umar saat dihubungi wartawan, Jakarta, Senin (30/7). Menurut dia, Partai Demokrat meminta Presiden SBY untuk berdiplomasi dengan dunia internasional untuk mengatasi persoalan kekerasan etnis Rohingya di Myanmar. Baik itu pemerintah Myanmar sendiri atau negara dunia lainnya. "Yang kedua, kami dengan segenap LSM, ormas-ormas, kader mau pun pribadi, rencananya Jumat besok ini mau mengadakan unjuk rasa di depan gedung perwakilan ASEAN di Blok M," kata Umar.

Saat ini beberapa pihak memang meminta agar SBY memberikan suaka politik kepada etnis Rohingya. SBY diharapkan bisa membantu etnis yang saat ini telah mengungsi dan tidak mempunyai tempat tinggal. Seperti yang diberitakan etnis rohingya ini ditolah habis keberadaannya oleh Myanmar. Bangladesh sebagai negara muslim sekalipun juga enggan menerima pengungsi malang dari Myanmar barat tersebut. Apakah mata dunia kini sudah buta? Sekecil apapun jumlah mereka, ini adalah tanggung jawab dan sudah menjadi permasalahan dunia. Karena ini merupakan pelanggaran HAM yang harus diselesaikan pihak PBB dimana sebagai lembaga dunia yang menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Salam-Justice

(foto : antara.com)
 

1 Komentar Laporkan Cerita

Nestia

Penulis

Nestia

fighting for my life

Komentar

(1 Komentar)
  1. Wi2n Ditulis pada tanggal 31 Juli 2012 15:30

    Setiap Pelanggaran HAM seperti yg terjadi di Rohingya harusnya bisa di cegah jangan sampai memakan korban yang kebanyakan wanita dan anak2. Kalo memang partai demokrat dan Sby itu merasa mampu mendorong PBB dan dunia internasional utk menyelesaikan tragedi ini hrsnya langsung saja bergerak tanpa menunggu ada korban karena tidak cukup sekedar pernyataan bersedih

login