Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

21 Oktober 2014

Umar dan Anak Gadis Penjual Susu

Umar dan Anak Gadis Penjual Susu

Sahabat Criters, semoga Allah senantiasa memberi kemudahan dan kesehatan pad akita semua. Aamiin.

Cerita hari ini, kita mengambil hikmah dari kisah teladan Khalifah Umar bin Khatab dalam memimpin dan perhatian pada rakyatnya. Simak ceritanya sahabat Criters…

Sebagai Khalifah, Umar ibnul Khatab sangat memperhatikan kehidupan rakyatnya. Bahkan untuk mengetahui kehidupan rakyatnya, Umar tidak mengandalkan para petugas bawahannya. Tetapi Ia terjun langsung melakukan pengawasan. Bahkan Umar suka melakukan sesuatu yang sangat jarang dilakukan oleh para pemimpin, yakni ronda malam. Ronda ini tidak terkait dengan adanya tindak kejahatan namun Umar hanya ingin tahu langsung keadaan rakyatnya di waktu malam.

Suatu ketika Umar berkeliling kampong pada malam yang semakin larut. Tidak hanya mata yang sudah mengantuk, tetapi badan dan kaki juga sudah terasa lelah. Umar bersama pembantunya, Aslam, bersandar di dinding suatu rumah. Tiba-tiba terdengar suara percakapan dari dalam rumah itu, “Nak, perasan susu kita hari ini hanya sedikit. Agar kita dapat untung yang sama dengan hari kemarin, sebaiknya kita campur saja susu ini dengan air.

“Jangan Bu, itu namanya perbuatan tidak jujur. Lagi pula Ibu kan tahu bahwa khalifah Umar telah menegaskan agar para penjual susu murni tidak mencampur susu dengan air demi mendapatkan keuntungan yang banyak.”

Umar mulai paham setelah mendengar kalimat ini. rupanya ini adalah percakapan seorang ibu penjual susu dengan anak gadisnya. Selanjutnya Umar mendengar lagi sang, “Ah! Telah banyak orang yang melanggar peraturan itu. Ibu kira tidak ada salahnya bila kita mencampur susu dengan air. Tujuan kita kan bukan untuk  mencari keuantungan besar, kita ingin agar keuntungan kita hari ini sama dengan hari kemarin. Sebab jika tidak begitu, perolehan kita tidak cukup untuk biaya makan sehari.”

“Tapi, apakah ibu tidak takut ketahuan oleh khalifah Umar?” Tanya sang anak.

“Khalifah Umar tidak akan tahu Nak! Dian saat ini tentu sedang enak tidur dirumahnya, mana dia tahu kesulitan kita?” tegas sang Ibu.

“Bu, Khalifah Umar mungkin saja tidak tahu dengan penderitaan dan apa yang kita lakukan, tetapi Tuhannya Khalifah Umar dan Tuhan kita juga pasti mengetahuinya,” kata sang anak meyakinkan.  “Pokonya, saya tidak mau menaati Allah di saat ramai-ramai lalu mendurhakainya di kala sepi,” tegas sang anak.

Umar dan Aslam bagai terpaku pada dinding rumah yang didalamnya terdapat seorang ibu dengan anak gadisnya yang mepertahankan kejujuran.

“Tandai rumah ini Aslam,” kata Umar kepada pembantunya itu.

Setelah itu, Umar meninggalkan rumah dan kampong itu. Keesokan harinya Umar memerintahkan Aslam untuk mendatangi kampong itu dan mencari informasi tentang gadis anak tukang susu itu. Aslam datang kekampung itu dan menanyakan pendapat masyarakat tentang anak tukang susu itu. Semua berpendapat bahwa ia adalah gadis yang shalehah dan selalu menunjukan kejujuran, meskipun hidup dalam keadaan miskin.

Hingga akhirnya Umar pun mendapatkan informasi lengkap tentang anka penjual susu itu. Umar pun memanggil anaknya yang bernama Ashim dan khalifah Umar menawarkan gadis itu pada Ashim.

Ketika hal itu disampaikan kepadanya, Ashim menjawab, “Ayah tentu tahu saya dan siapa wanita yang cocok untuk menjadi istri saya, karena itu saya tidak menolak wanita yang ayah tawarkan kepada saya.”

Umar amat senang mendengar jawaban anaknya itu. Ia pun segera mendatangi lagii kampung itu untuk mendatangi rumah anak gadis penjual susu itu. Tentu saja ibu penjual susu dan anak gadisnya terkejut kaget, apalagi ketika khalifah Umar mengutarakan keinginannya meminang anak gadis dirumah itu untuk anaknya.

Alhasil, gadis itu pun setuju menikah dengan anak khalifah Umar yaitu Ashim. Dari pernikahan mereka lahirlah seorang anak perempuan yang diberi nama Laila dan lebih dikenal dengan Ummu Ashim. Sesudah dewasa Ummu Ashim menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Dari pernikahan ini, lahir pula seorang laki-laki yang diberi nama Umar, yakni Umar bin Abdul Aziz. Umar inilah yang kemudian menjadi khalifah yang cemerlang sebagaimana Umar bin Khatab buyutnya.

Bagaimana sahabat Criters cerita ini, luar biasanya seorang pemimpin seperti Umar bin Khatab, mencerminkan seorang pemimpin yang sangat memperhatikan rakyatnya. Lalu akankah kita menemukan sosok sepertinya saat ini?

(inspirasi : buku 10 dari 100 kisah seputar keluarga)

  • Ceritamu.com tidak bertanggung jawab atas isi cerita yang dikirim penulis
  • Ceritamu hanya sebagai media untuk menuliskan cerita dan opini penulis tanpa ada hubungan apapun dengan penulis
0 Komentar Laporkan Cerita Yuk Ikutan Kirim Cerita Kamu

Baca cerita lainnya...

shabir

Penulis

Iha Nurhayati

Komentar

(0 Komentar) Yuk jadi yang pertama Komentar disini
Post Into Facebook Wall
login