Warga Pamekasan Heboh Ular Berkepala Manusia
Karena penasaran, ribuan warga di Pamekasan, Jawa Timur, Senin (20/8) kemarin berbondong-bondong mendatangi rumah Muhammad Hasan di Desa Palengaan Daja, Kecamatan Palengaan. Warga penasaran dengan adanya informasi adanya ular berkepala manusia yang menghebohkan. Rumah Hasan mendadak jadi lautan manusia dari beberapa daerah.
Tapi beberapa pengunjung akhirnya merasa kecewa karena ular tersebut sudah dikeringkan dan disimpan di dalam kaca. "Agak kecewa melihat ular yang menghebohkan itu karena perkiraan saya saat berangkat dari rumah, ular itu masih hidup," ucap seorang pengunjung seperti mengutip dari kompas.com. Sekilas ular berkepala manusia itu memang menarik. Dari bagian kepala mirip tengkorak manusia dengan rambut panjang berwarna kuning emas. Di bagian dada mirip manusia dan memiliki jari-jari lima buah dengan kuku panjang berwarna kuning. Di bagian ekornya, memang ular lengkap dengan sisiknya melingkar. Besarnya seperti jari telunjuk. Itulah ular yang menghebohkan itu.
Ular itu ditemukan oleh Faesol, warga Desa Pamaroh, Kecamatan Trageh, Kabupaten Bangkalan. Benda mati itu ditemukan pada tahun 1995 lalu dan kondisinya masih hidup. Ular itu kemudian dinamakannya Blorong. Ular itu kemudian mati sekitar satu tahun setelah ditemukan. Penemuannya pun tidak karena dicari tapi datang sendiri. Dikabarkan
Jadi sebenarnya pemilik benda aneh itu, Faesol, sedang sakit batu ginjal dan harus menjalani operasi dengan perkiraan biaya Rp 500 juta. Tapi dia tidak punya uang untuk berobat lagi karena sudah lima tahun berobat ke mana-mana tidak sembuh. Faesol kemudian menceritakan jika punya benda menarik dan tidak pernah diberitahukan kepada siapapun.
Akhirnya Ghufron membuat informasi dari mulut ke mulut di Pamekasan dan membuat selebaran kepada masyarakat. Informasi itu terus berkembang hingga meluas ke ribuan warga. Bagi warga yang ingin melihat benda aneh itu, harus merogoh gocek Rp 3.000 per orang. Selama sehari, sudah enam ribu orang yang datang melihatnya dimana uang tersebut rencananya dipakai untuk berobat.
Entah benar atau tidak, tapi kejadian unik dan mistis seperti ini sudah berulangkali terjadi di Indonesia. Dimana orang orang selalu penasaran dengan hal berbau mistis seperti itu. Jelas ada yang diuntungkan dari isu mistis yang disebar, bisa berupa uang atau popularitas. Bagaimana menurut anda?
Foto: Kompas.com
Penulis
"Tidak penting SIAPA yg menulis, yg penting APA yg ditulis"
Komentar