Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

20 April 2014

Teamlo

2.5

Rating Pengguna

8 Votes

1 2 3 4 5

Review

(12 Review)
Tulis Review

Biografi

sunting

Teamlo atau Team-lo (singkatan dari Tim Humor Solo) adalah grup band asal Solo yang menggabungkan musik dan lawak. Nama ini adalah plesetan dari timlo, makanan khas kota Solo. Personil dari band ini antara lain Wawan Bakwan (nama asli Hermawan Yulianto, vokal), Pangsit Anjasmara (Abdul Basyid, vokal), Benjovi (Giarto, vokal), Bobby Messakh (Muh. Ardhi Wibowo, gitar), Dondot Kembung (Eri Tribudiarto, bass) dan Avis Sukaesih (Ibnu Sina, drum).

Band ini dibentuk pada tahun 1997, dengan nama awal Suku Apakah (pleseten dari Suku Apache) yang personelnya gabungan mahasiswa Universitas Sebelas Maret dan Universitas Muhammadiyah Solo. Berawal dari pentas di panggung-panggung kecil seperti sunatan, 17-an, ulang tahun, dan lain-lain, mereka mulai tampil di televisi pada tahun 2000.

Di tengah era kebangkitan lawak Indonesia, kelompok Teamlo sungguh merupakan angin segar. Dengan wajah yang menurut mereka sendiri seadanya, penonton dijamin terpingkal-pingkal dari awal hingga akhir pertunjukkan.

Menurut Wawan Sejak awal, Teamlo ingin menjadi kelompok lawak yang tidak hanya sekadar melawak tapi ingin dikenal sebagai kelompok musik humor. Mereka mengaku dan sadar, bahwa mereka memiliki tampang pas-pasan. tak mungkin kalau nekat menjadi kelompok band yang serius.
Kebetulan dalam pergaulan sehari-hari mereka senang bercanda, jadi dipadukan saja lah antara musik dengan lawakan.

Alhasil, anak-anak muda yang pada dasarnya bertampang lucu ini, memparodikan lagu-lagu yang sedang kondang, maupun lagu-lagu legendaris. Agar lebih khas lagi di mata penonton, Teamlo sengaja membuat penampilan mereka menjadi tak biasa. Mereka juga sangat senang ketika Benjovi, teman mereka yang berwajah khas, bergabung dengan mereka. Benjo waktu itu menjadi maskot Teamlo, karena wajahnya yang karikatural.

Tak cuma itu. Mereka pun sengaja mengganti nama asli mereka, dengan nama samaran yang lucu. seperti Wawan Bakwan, Bobby Mesakh, Benjovi, Pangsit Anjasmara, Avis Sukaesih, serta Ndondot Kembung. Karena segala keunikan dan kelucuannya, mereka mulai kerap mendapat panggilan pentas. Bermula dari tampil di acara-acara kampus, kemudian meningkat ke acara-acara di luar, termasuk memenuhi undangan dari instansi-instansi pemerintah. Bahkan mulai tahun 2000, mereka mendapat tawaran untuk tampil di sebuah stasiun televisi di Jakarta.

Tawaran selanjutnya mulai berdatangan dari stasiun televisi swasta lain, termasuk dari TPI saat ulangtahunnya ke - 12. Pengalaman seru banyak menyertai perjalanan karier mereka yang berliku. Pengalaman seru banyak menyertai perjalanan karier mereka yang berliku. Teamlo pernah pentas pertama di luar kampus adalah mengisi acara 17 Agustusan, di Kalitan, Solo, tahun 1997.

Tampil di hadapan segelintir penonton pun, pernah mereka alami. Ketika dalam sebuah seminar, Teamlo kebagian tampil di akhir acara. Maksud panitia, penampilan mereka untuk menghibur peserta seminar. Tapi ternyata strategi panitia tidak tepat. Para peserta seminar sudah kelelalan, dan malas menonton lawak. Akhirnya Teamlo tampil habis-habisan di hadapan lima orang peserta yang tersisa.

Lawakan Teamlo juga bervariasi, karena berlatar belakang mahasiswa, mereka mampu menyajikan lawakan intelektual ala Bagito, sampai lawakan slap-stick ala Srimulat. Mereka masih memakai pola lama, ada satu personel mereka yang dikorbankan. Penonton senang kalau ada orang jelek dianiaya di atas panggung. Dengan sering tampil di televisi, mereka juga merambah ke parodi sinetron, film, iklan atau acara TV.
Salah satu acara yang pernah diparodikan adalah Dunia Lain.

Sebagai kelompok musik, karya-karya Teamlo termasuk jenis parodi atau plesetan. Sebelumnya ada beberapa grup yang memopulerkan aliran ini seperti Warkop, Pancaran Sinar Petromaks (PSP), OM Pengantar Minum Racun, dan Project Pop. Keahlian mereka dalam memainkan instrumen musik juga banyak mendapat pujian, tidak jarang mereka mempertontonkan solo bass, drum dan gitar.

Bahkan salah satu vokalis mereka, Wawan Bakwan, sempat mencatatkan namanya di MURI karena kemampuannya meniru 23 penyanyi yang berbeda gaya. Nama mereka semakin melambung pada tahun 2003, saat mereka menjadi bintang tamu di acara API di stasiun televisi TPI. Namun pada 2009, Ade, Kudil, Argo Jimmy bergabung dengan Teamlo untuk mengisi kekosongan vokalis Teamlo setelah ditinggal Pangsit dan Benjo. Baca Selengkapnya ..

Info Tambahan
Karya
Personil
  • sunting

    Acara Teamlo vs. menampilkan lawan dengan grup band, seperti Hijau Daun, The Rock Indonesia, Wali, Kangen Band, Five Minutes, Lyla , Ridho Rhoma & Sonet 2 Band, The Changcuters, Kuburan, The Titans, Kotak, Dewa 19, dan Ungu Acara ini pun ditayangkan oleh stasiun televisi swasta SCTV.

    Selain itu, kepiawaian mereka memainkan bermacam-macam jenis musik seperti dangdut, campursari, pop, rock, blues sampai lagu daerah juga sudah diakui. Sebagai contoh, lagu 'Ada Apa dengan Cinta' dari Melly Goeslaw mereka plesetkan dengan menyisipkan lagu 'Child in Time'-nya Deep Purple dan 'Camelia'-nya Ebiet G. Ade, serta deklamasi di tengah lagu ala Obbie Messakh. Pada tahun 2006 mereka menelurkan album rekaman pertama mereka 'Cari Perhatian' yang berisi lagu-lagu banyolan.

  • sunting

    Karya :

    Acara TV :

    • 2010 - Parodi Dunia Lain
    • 2009 - Teamlo vs.


    Film:
    2012 - Enak Sama Enak

  • sunting

    Anggota :

    1. Wawan Bakwan
    2. Kudil
    3. Argo Jimmy
    4. Bobby Messakh
    5. Dondot Kembung
    6. Avis Sukaesih

    Mantan Anggota :

    1. Pangsit Anjasmara
    2. Benjovi
    3. Ade Dora

Review

Lihat Semua
(12 Review)
  1. rayati Ditulis pada tanggal 07 September 2012 10:26

    Ini dia grup band humor paling kocak,yang suka segudang,humor mereka asik,tampang mereka cakep cakep.Team Lo.

  2. Mustopa Ditulis pada tanggal 04 September 2012 08:04

    band lucu, suka nampilin parodi, tapi kualitasnya bagus lo..

  3. supriyanti Ditulis pada tanggal 29 Agustus 2012 07:57

    kocak dan lucu menarik untuk dilihat tapi klo terlalu monotan jenuh juga

Laporkan Cerita