Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

24 April 2014

Negeri 5 Menara

4

Rating Pengguna

17 Votes

1 2 3 4 5

Review

(25 Review)
Tulis Review

Cerita

Lihat Semua
Film Adaptasi Novel Merajai Bioskop di 2012

Film Adaptasi Novel Merajai Bioskop di 2012

Criters, sepertinya trend film nasional di tahun 2012 adalah adaptasi dari novel best seller. Kalau beberapa tahun sebelumnya ada hanya satu atay dua yang sukses, tahun ini terdapat empat fim adaptasi novel yang sukses berada dalam daftar box office Nasional.Film-film adaptasi novel yang sukses ditaBaca Selengkapnya ..

 5 Cm dan Habibie & Ainun Rajai Box Office Nasional

5 Cm dan Habibie & Ainun Rajai Box Office Nasional

Setelah hampir sebelas bulan tidak ada film-film yang berhasil mendapakan angka 1 juta penonton lebih kecuali film The Raid. Di penghujung tahun akhirnya dua film baru produksi dalam negeri sukses mengumpulkan penonton diatas 1 juta.Adalah 5 Cm dan Habibie & Ainun yang berhasil menempati posisi Baca Selengkapnya ..

5 CM Pecahkan Rekor BOX OFFICE NASIONAL

5 CM Pecahkan Rekor BOX OFFICE NASIONAL

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebuah film Indonesia berhasil memecahkan rekor pencapaian jumlah penonton sebanyak 500.000 orang dalam waktu lima hari pertama penayangannya! Film yang berhasil memecahkan rekor tersebut adalah 5cm. Tim produksi 5cm bahkan sempat mengucapkan terima kasih atas peBaca Selengkapnya ..

Biografi

sunting

Film dengan ambisius tinggi dan persiapan yang tampaknya cukup panjang, menjadikannya sebagai salah satu film nasional yang patut diantisipasi. Latar cerita novel yang sudah populer ini diangkat oleh Million Pcitures ke layar lebar.

Persiapan yang kabarnya dimulai lewat casting pada Mei 2011 lalu, akan memasuki tahap syuting di bulan Agustus 2011 ini. Beberapa tempat di Indonesia dipilih untuk menjadi latar cerita, mulai dari Ponogoro, Bandung, hingga Bukittinggi dan terakhir akan mampir ke London.

Menceritakan enam anak bangsa yang datang dari setiap sudut daerah, untuk belajar di sebuah Pondok bernama Pondok Madani, Ponogoro Jawa Timur. Keenam anak ini belajar bersama dari kelas 1 hingga kelas 6 dan mereka memiliki impian masing-masing.

Penulis Ahmad Fuadi cukup antusias menanggapi pembuatan film dari novelnya ini. dengan sutradara Affandi Abdul Rachman (Pencarian Terakhir, Heart-Break.com) dipercaya sebagai pemimpin, dan persiapan yang sudah cukup hati-hati, film ini bisa jadi angin segar untuk perfilman Indonesia.

Sinopsis

Alif (Gazza Zubizareta) adalah seorang anak sederhana yang baru saja lulus SMP di Maninjau. Bersama sahabatnya Randai (Sakurta Ginting), Alif ingin melanjutkan SMA di kota Bandung dan kemudian masuk ke Kampus idamannya, ITB.

Namun mimpi tinggal mimpi ketika Amaknya (Lulu Tobing) menginginkan Alif untuk masuk ke Pondok Madani, sebuah pesantren di sudut Ponorogo, jawa Timur. Walau pada awalnya Alif tidak mau, akhirnya Alif memenuhi pinta orang tuanya, walau dengan setengah hati.

Saat Alif tiba di Pondok Madani bersama Ayah (David Chalik), hatinya makin remuk. Tempat itu benar-benar makin 'kampungan' dan mirip penjara di matanya. Ditambah lagi dengan keharusan mundur setahun untuk kelas adaptasi. Alif menguatkan hati untuk mencoba menjalankan setidaknya tahun pertama di Pondok Madani ini.

Awalnya, Alif lebih sering menyendiri. Namun, seiring berjalannya waktu, Alif mulai bersahabat dengan teman-teman satu kamarnya, yaitu Baso (Billy Sandy) dari Gowa, Atang (Rizky Ramdani) dari Bandung, Said (Ernest Samudera) dari Surabaya, Raja (Jiofani Lubis) dari Medan, dan Dulmajid (Aris Putra) dari Madura. Mereka berenam selalu berkumpul di menara masjid dan menamakan diri mereka Sahibul Menara alias para pemilik menara.

Suasana kian menghangat di kelas pertama, saat Alif disentak oleh teriakan penuh semangat dari Ustad Salman (Donny Alamsyah): Man Jadda Wajada! Artinya, Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. "Mantra" ini lah yang menambah semangat dan kegigihan keenam anak itu.

Para sahibul menara selalu berpikir visioner dan bercita-cita besar. Mereka masing-masing memiliki ambisi untuk menaklukan dunia. Dari tanah Indonesia, Amerika, Eropa, Asia hingga Afrika. Dibawah menara Madani, mereka berjanji dan bertekad untuk bisa menaklukan dunia dan mencapai cita-cita; Dan menjadi orang besar yang bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Baca Selengkapnya ..

Info Tambahan
Pimpinan
Pemain Film
Kru Film
  • sunting

    Aktor anak-anak dicari dengan casting di beberapa kota untuk kemudian di training selama satu bulan untuk mendapatkan kemampuan akting yang cukup untuk film ini. Satu aktor kawakan yang sudah dikenal adalah Ikang Fauzi, yang memerankan pimpinan pondok tempat para tokoh kita belajar.

    Film inspiratif, penuh tekad, kerja keras, dan persaudaraan ini menggambarkan pesantren tak hanya melulu urusan memahami Tuhan dan belajar keagamaan. Namun, sekolah pesantren juga sarat dengan keilmuan yang dapat menjadi bekal untuk menata masa depan muridnya di kemudian hari. Itulah yang ditelusuri dan ingin disampaikan oleh Salman Aristo sebagai penulis skenario, dan Affandi A Rachman berhasil menerjemahkan. Dan kita pun berjumpa sebuah negeri yang kaya warna: Indonesia.

    Salah satu dramatic point yang tak terlupakan ketika sampai pada adegan Baso akan pergi meninggalkan pesantren dan menuturkan latar belakang hidupnya. Begitu pula saat adegan Baso melakukan aktivitas pengajian dan merawat neneknya di kampung halaman, kita disuguhkan gambar minim dialog, namun Affandi A Rachman selaku sutrdara tak kehilangan naratif. Moment seperti inilah kecerdasan seorang sutradara dituntut dan Affandi berhasil melaluinya dengan mulus.

    Dari sisi teknis, selain tata sinematografi yang apik, film Negeri Lima Menara juga dibekali cerita yang memikat, bahkan skenario Salman Aristo mengesankan kematangan dengan dialog minim teori-teori yang menjemukan. Meskipun di menit-menit awal alur cerita berjalan datar dan terkesan lambat, tetapi secara keseluruhan film ini nyaris utuh dan memenuhi estetika sebuah film.

    Lain halnya dari mata mantan Presiden RI BJ Habibie setelah menonton film ini kemarin minggu, 4 Maret 2012. Beliau terkenang akan masa kecilnya dimana dahulu jauh sekali dari situasi Jakarta seperti saat ini, "Waktu itu indonesia masih miskin dan sangat prihatin, jauh dari kota, masih di hutan, waktu itu tidak pakai sepatu, pakai celana hitam supaya kalau kotor supaya tidaak kelihatan" ucapnya.

    Beliau juga mengharapkan agar para penonton film Negeri 5 Menara dapat menangkap makna dan hikmah yang terbaik dari film ini, "Dan saya rasa dari film ini bisa memberikan manfaat. Yang penting adalah film ini mengingatkan bahwa kita harus meningkatkan kualitas cinta kita terhadap pekerjaannya, orangtuannya, tanggung jawabnya, keluargannya," Jelas Habibie. (IBE/CAKP) Rilis pada tanggal 1 Maret 2012, film "Negeri 5 Menara" sempat menduduki puncak Box Office film Indonesia. Sebuah pencapaian yang fantastis, mengingat film-film lain yang tengah beredar hanya ditonton kurang dari 100.000 orang. Setelah sold out berkali-kali, akhirnya film besutan Affandi Abdul Rachman ini ditambah layarnya jadi 102 layar.

    Dengan track record seperti ini, film yang dibintangi oleh Donny Alamsyah, Lulu Tobing, Ikang Fawzi, David Chalik, dan Andhika Pratama berhasil memecahkan rekor 2011 yang di pegang oleh Surat Kecil Untuk Tuhan.

  • sunting

  • sunting

  • sunting

    • Penata Musik: Aghi Narottama, Bemby Gusti, Ramondo Gascaro
    • Penata Lagu Soundtrack: Yovie Widianto
    • Penata Peran: Shakti Harimurti
    • Penata Kostum: Chitra Subiyakto
    • Penata Artistik: Eros Eflin
    • Penata Kamera: Roy Lolang
    • Produser Lini: Syaiful Wathan
    • Penyunting Gambar: Cesa David Luckmansyah
    • Perekam Suara: Aufa R. Triangga Ariaputra
    • Penata Suara: Khikmawan Santosa
    • Produser Eksekutif: Bernhard Soebiakto, Indra Yudhistira, Ignatius Andy
    • Co-Produser Eksekutif: Olga Lydia
    • Co-Produser: Widya Wardhani Ichram

Review

Lihat Semua
(25 Review)
  1. noviellya Ditulis pada tanggal 22 November 2012 01:40

    aigo... jadi pengen ke maninjau, seumur-umur belum pernah injakan kaki di tanah kelahiran babo itu!

  2. medina Ditulis pada tanggal 19 November 2012 15:19

    senangnya dengan film yang tidak melulu horor dan vulgar. ini adalah tontonan mendidik bagi generasi penerus bangsa

  3. Mustopa Ditulis pada tanggal 06 Oktober 2012 17:49

    belum sempt nonton nih, filmnya cukup menarik sepertinya, kapan rilis di tv ya,, hee maklum jarang ke bioskop.

Laporkan Cerita