Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

03 September 2014

Ebiet G. Ade

2.8

Rating Pengguna

5 Votes

1 2 3 4 5

Review

(6 Review)
Tulis Review

sunting

Musik

Ebiet pertama kali belajar gitar dari kakaknya, Ahmad Mukhodam, lalu belajar gitar di Yogyakarta dengan Kusbini. Semula ia hanya menyanyi dengan menggelar pentas seni di Senisono, Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta dan juga di Jawa Tengah, memusikalisasikan puisi-puisi karya Emily Dickinson, Nobody, dan mendapat tanggapan positif dari pemirsanya. Walau begitu ia masih menganggap kegiataannya ini sebagai hobi belaka. Namun atas dorongan para sahabat dekatnya dari PSK (Persada Studi Klub yang didirikan oleh Umbu Landu Paranggi) dan juga temannya satu kos, akhirnya Ebiet bersedia juga maju ke dunia belantika musik Nusantara.

Setelah berkali-kali ditolak di berbagai perusahaan rekam, akhirnya ia diterima di Jackson Record pada tahun 1979. Jika semula Ebiet enggan meninggalkan pondokannya yang tidak jauh dari pondok keraton, maka fakta telah menunjuk jalan lurus baginya ke Jakarta. Ia melalui rekaman demi rekaman dengan sukses. Sempat juga ia melakukan rekaman di Filipina untuk mencapai hasil yang lebih baik, yakni album Camellia III. Tetapi, ia menolak merekam lagu-lagunya dalam bahasa Jepang, ketika ia mendapat kesempatan tampil di depan publik di sana. Pernah juga ia melakukan rekaman di Capitol Records, Amerika Serikat, untuk album ke-8-nya Zaman. Ia menyertakan Addie M.S. dan Dodo Zakaria sebagai rekan yang membantu musiknya.

Lagu-lagunya menjadi trend baru dalam khasana musik pop Indonesia. Tak heran, Ebiet sempat merajai dunia musik pop Indonesia di kisaran tahun 1979-1983. Sekitar 7 tahun Ebiet mengerjakan rekaman di Jackson Record. Pada tahun 1986, perusahaan rekam yang melambungkan namanya itu tutup dan Ebiet terpaksa keluar. Ia sempat mendirikan perusahaan rekam sendiri EGA Records, yang memproduksi 3 album, Menjaring Matahari, Sketsa Rembulan Emas, dan Seraut Wajah. Sayang, pada tahun 1990, Ebiet yang "gelisah" dengan Indonesia, akhirnya memilih "bertapa" dari hingar bingar indutri musik dan memilih berdiri di pinggiran saja.

Baru pada tahun 1995 ia mengeluarkan album Kupu-Kupu Kertas (didukung oleh Ian Antono, Billy J. Budiardjo (alm), Purwacaraka, dan Erwin Gutawa) dan Cinta Sebening Embun (didukung oleh Adi Adrian dari KLa Project). Pada tahun 1996 ia mengeluarkan album Aku Ingin Pulang (didukung oleh Purwacaraka dan Embong Rahardjo). Dua tahun berikutnya ia mengeluarkan album Gamelan yang memuat 5 lagu lama yang diaransemen ulang dengan musik gamelan oleh Rizal Mantovani. Pada tahun 2000 Ebiet mengeluarkan album Balada Sinetron Cinta dan tahun 2001 ia mengeluarkan album Bahasa Langit, yang didukung oleh Andi Rianto, Erwin Gutawa dan Tohpati. Setelah album itu, Ebiet mulai lagi menyepi selama 5 tahun ke depan.

Baca Selengkapnya ..

Diskografi

Lihat Semua
Info Tambahan
Penghargaan
  • sunting

    Ebiet adalah salah satu penyanyi yang mendukung album Kita Untuk Mereka, sebuah album yang dikeluarkan berkaitan dengan terjadinya tsunami 2004, bersama dengan 57 musisi lainnya. Ia memang seorang penyanyi spesialis tragedi, terbukti lagu-lagunya sering menjadi tema bencana. Pada tahun 2007, ia mengeluarkan album baru berjudul In Love: 25th Anniversary (didukung oleh Anto Hoed), setelah 5 tahun absen rekaman.

    Album itu sendiri adalah peringatan buat ulang tahun pernikahan ke-25-nya, bersama pula 13 lagu lain yang masih dalam aransemen lama. Kemunculan kembali Ebiet pada 28 September 2008 dalam acara Zona 80 di Metro TV cukup menjadi obat bagi para penggemarnya. Dengan dihadiri para sahabat di antaranya Eko Tunas, Ebiet G Ade membawakan lagu lama yang pernah popular pada dekade 80-an.

    Lagu-lagu Ebiet pernah menjadi theme song dari beberapa iklan Ramadhan PT Djarum. Lagu "Berita Kepada Kawan" menjadi theme song iklan Ramadhan PT Djarum dengan tema Kurma 1 dan Kurma 2, sedangkan lagu "Untuk Kita Renungkan" menjadi theme song untuk iklan Ramadhan PT DJarum dengan tema Pak Pos.

  • sunting

     

    1. 2006 Duta Lingkungan Hidup
    2. 2006 Penghargaan Peduli Award Forum Indonesia Muda 
    3. Sejumlah penghargaan dari berbagai lembaga independen.
    4. 2005 Penghargaan Lingkungan Hidup
    5. 2002 Planet Muzik Awards dari Singapura
    6. 2000 Lagu Terbaik AMI Sharp Award
    7. 1997 Penyanyi solo dan balada terbaik Anugerah Musik Indonesia
    8. 1992 Penyanyi kesayangan Siaran Radio ABRI
    9. 1988 BASF Awards
    10. 1987 Penghargaan Lomba Cipta Lagu Pembangunan
    11. 1981 Penghargaan Diskotek Indonesia
    12. 1981 10 Lagu Terbaik ASIRI
    13. 1980 Pencipta Lagu Kesayangan Angket Musica Indonesia
    14. 1979 Hingga Isyu! Biduan Pop Kesayangan PUSPEN ABRI
    15. 18 Golden dan Platinum Record dari Jackson Record dan label lainnya dari album Camellia

Review

Lihat Semua
(6 Review)
  1. jajat sudrajat Ditulis pada tanggal 17 Desember 2012 17:01

    karya beliau sangat mengguncang jiwa, karya beliau sangat fantastik, kritik dan berbau cinta kepada alam raya

  2. novach Ditulis pada tanggal 15 Mei 2012 21:35

    Maju terrus?jaya selama-lamanya ya??.

  3. Muhammad Iqbal Fauzan Ditulis pada tanggal 03 Mei 2012 03:37

    udah gak pernah muncul lagi nih orang keamana ajah nih mans?

Laporkan Cerita