Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

24 April 2014

Indra Sjafri

0

Rating Pengguna

0 Votes

1 2 3 4 5

Review

(0 Review)
Tulis Review

Cerita

Lihat Semua
Pelatih Timnas U-19 Larang Keras Pemainnya Jadi Artis

Pelatih Timnas U-19 Larang Keras Pemainnya Jadi Artis

Sepakbola Indonesia memang tak pernah luput dari perhatian para pendukungnya di tanah air. Tak heran, terputusnya masa-masa puasa gelar timnas Indonesia setelah 22 tahun lamanya membuat seluruh mata seketika tertuju pada tim nasional U-19.Ya, skuad asuhan pelatih Indra Sjafrie itu baru saja merayakaBaca Selengkapnya ..

Ini yang Dipikirkan Pelatih Timnas U-19 Sebelum Adu Penalti

Ini yang Dipikirkan Pelatih Timnas U-19 Sebelum Adu Penalti

Tak terdengar jika Timnas Indonesia U-19 mempersiapkan secara matang strategi adu penalti menjelang laga final Piala AFF U-19 melawan Vietnam di Stadion Gelora Deltra Sidoarjo, Minggu (22/9) malam kemarin. Namun menurut pelatih Indra Sjafri, ia sudah mempersiapkan semuanya termasuk mengambil beberapBaca Selengkapnya ..

Timnas U-19 Juara AFF Cup U-19 : Ketika Sekumpulan Anak Muda Akhiri Penantian 22 Tahun

sunting

Biografi

Olahraga sepakbola saat ini tengah menjadi sorotan. Bagaimana tidak? Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap olahraga sepakbola rupanya juga mendarah daging hingga memaksa Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk lekas berbenah demi membereskan tim nasional saat ini. Tidak hanya di level senior, pembinaan usia mudapun mulai diusahakan agar lebih mampu berprestasi. Tak ayal, tugas maha berat itupun dibebankan langsung kepada pelatih yang juga merupakan mantan pesepakbola, Indra Sjafri, yang saat ini dipercaya untuk menangani Timnas U-19.

Berbekal pengalaman kala masih menjadi pemain di klub PSP Padang, Indra membuktikan kualitasnya dengan langsung menghantarkan dua gelar juara kelompok umur, The HKFA (Hongkong Football Association) International Youth Invitational Tournament U-17 dan The HKFA U-19. Dua gelar itupun menjadi bukti visi dari seorang Indra Sjafri.

Pertama kalinya Indra mulai masuk ke lingkup PSSI yaitu di tahun 2007 sebagai instruktur pelatih. Kontrak untuk melatih timnas baru diteken pada 2011 hingga sekarang ini. Namun, terdapat kisah unik dibalik semua itu di mana seluruh torehannya kini bermula gara-gara sakit hati. Ketika itu Indra Sjafri masuk ke dalam tim Pra PON Sumatera Barat di tahun 1985. Hatinya berontak lantaran melihat banyaknya pemain yang memiliki kemampuan namun tak pernah mendapatkan tempat di timnas.

Oleh karena itu, Indra Sjafri pun akhirnya memutuskan untuk fokus menjadi pelatih setelah pensiun sebagai Kepala Kantor Pos di sebuah kota di Sumatera Barat. Setelah lulus pendidikan pelatih berlisensi A, Indra Sjafri mulai mengunjungi daerah-daerah terpencil demi mencari bibit-bibit terbaik Indonesia. Dukungan dari keluarga menjadi bekal terpenting dalam karier kepelatihan Indra. Bahkan, ia mengaku hanya bisa berkumpul dengan anak-anaknya selama 1-2 hari.

Namun ternyata apa yang ia lakukan tidaklah sia-sia. Indra bahkan berani menyebutkan jika Timnas U-19 yang ia bawa untuk Piala AFF 2013 dan kualifikasi Piala AFC merupakan representasi yang sesungguhnya dari Indonesia. Hal itupun menjadi modal terpenting yang ia miliki. Pasalnya, bisa dibilang modal Indra Sjafri dalam memegang Timnas Indonesia sebenarnya tidaklah besar. Bahkan, ketika dibebani tugas awal di Piala AFC di tahun 2010 lalu, ia sempat pesimis dan akhirnya gagal karena hanya berada di posisi tiga setelah kalah dari Australia.

Kini Indra Sjafri tengah disibukkan dengan persiapan menuju Piala AFF. Timnas U-19 telah menjalani sejumlah rangkaian laga uji coba untuk seleksi pemain dan pembentukan formasi pemain inti. Adapun Tim Nasional Indonesia U-19 telah menetapkan sebanyak 20 orang pemain inti mereka untuk berlaga di kejuaraan Piala AFF U-19 di Sidoarjo dan Gresik, Jawa Timur, pada 9-22 September 2013 mendatang. Baca Selengkapnya ..

Info Tambahan
Prestasi
  • sunting

    Indra Sjafri memiliki prinsip setiap kali menangani sebuah tim. Ia memiliki keyakinan bahwa Indonesia masih memiliki beberapa pemain terbaik sehingga ia selalu menomor duakan pemain naturalisasi. Tak hanya itu, Indra juga bertekad untuk mempersiapkan individu-individu pemain yang punya kemampuan skill, mental dan fisik di atas rata-rata yang nantinya untuk Indonesia juga.

    Demi memperbaiki seluruh tubuh timnas, Indra juga berharap akan perubahan yang ada dalam tubuh PSSI. Karenanya, Indra Sjafri rela mengeluarkan ongkos pribadi mana kala gajinya selama 7 bulan tak kunjung cair hanya demi mencari potensi dan pemain terbaik dari seluruh penjuru negeri. Tentu saja pengorbanannya untuk negara ini layak dihargai.
  • sunting

    The HKFA (Hongkong Football Association) International Youth Invitational Tournament U-17 dan The HKFA U-19

Laporkan Cerita