Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

23 April 2014

Didi Petet

Galeri

Lihat Semua
2.2

Rating Pengguna

6 Votes

1 2 3 4 5

Review

(11 Review)
Tulis Review

Cerita

Lihat Semua
BANGUN LAGI DONG LUPUS Tiru BATMAN BEGINS?

BANGUN LAGI DONG LUPUS Tiru BATMAN BEGINS?

Pada tanggal 4 April mendatang, salah satu karakter novel yang sempat populer di tahun ‘90an –Lupus akan kembali tampil di layar lebar. Lewat film terbarunya yang diberi judul “Bangun Lagi Dong Lupus”, film yang dibintangi oleh Miqdad Addausy, Acha Septriasa, Kevin Julio, JerBaca Selengkapnya ..

Ini Dia Empat Film Verdi Solaiman Terbaru

Ini Dia Empat Film Verdi Solaiman Terbaru

Criters termasuk fans berat aktor Verdi Solaiman? Dalam waktu dekat, pria lulusan Advertising Design di Amerika ini akan membintangi empat film baru di tahun 2013. Salah satu yang paling dekat jadwal penayangannya adalah film “Hari Ini Pasti Menang”. Film yang juga dibintangi oleh ZendhyBaca Selengkapnya ..

Berani Total Untuk MADRE, Vino Bastian Belajar Membuat Roti

Berani Total Untuk MADRE, Vino Bastian Belajar Membuat Roti

Untuk mempersiapkan perannya sebagai Tansen sang artisan baker atau ahli roti, Vino G. Bastian berani terjun langsung dan belajar membuat roti dari para pakarnya. Dalam sebuah video pendek yang bisa criters tonton dibawah, Vino tak sungkan membenamkan kedua tangannya ke dalam adonan roti. &ldqBaca Selengkapnya ..

sunting

Biografi

Artis senior Didi Petet lahir di Surabaya, Indonesia, 12 Juli 1956. Walau lahir di Surabaya, namun Didi menghabiskan masa kecilnya di Kota Bandung, karena orang tuanya ditugaskan di Bandung bekerja di PT. Kereta Api Indonesia, karena ayahnya berkerja di PT. KAI, Didi kecil taka sing dengan kereta dan sering naik kereta api gratis.

SD Sabang Bandung pijakan awal Ia mengasah potensinya lebih aktif. Didi termasuk anak yang cerdas dan aktif sejak kecil. Setelah lulus dari SD Sabang Ia pun dapat melanjutkan ke SMPN 5 Bandung, dan SMAN 3 Bandung yang menjadi sekolah favorit di Kota Bandung.

Sejak SMP sekitar umur 15 tahun Ia memang sudah mencintai dunia peran. Kreatifitasnya yang tinggi dan kecintaannya terhadap dunia peran tertanam sejak kecil hingga Ia pun memutuskan kuliah di Institut Kesenian Jakarta Jurusan Teater untuk merealisasikan minatnya di dunia seni.

Orang tua Didi termasuk yang demokratis, mendukung prestasi anak dan minat anak dimana, keinginan Didi kuliah di IKJ pun orang tuanya restui.

Sebelum terjun kedunia peran, Ia lebih suka main musik walau merasa permainannya pas-pasan, Ia gabung bersama Harry Rusli. Suatu saat Harry Rusli mengajaknya untuk ikut pentas diatas panggung dan awal mula dia pentas jadi tukang baso dalam opera Ken Arok. Senangnya bukan kepalang saat Ia berada di atas panggung.

Sejak itu, Ia sering ingin berada diatas panggung karena Itulah alasan pertama Ia ingin menjadi seorang aktor, karena senang berada di atas panggung. Alasan kedua muncul saat Ia mulai berpikir tentang bagaimana caranya mengendalikan diri di atas panggung. Itu tantangannya. Bagaimana caranya supaya tidak over-acting atau under-acting, ini sangat membutuhkan konsentrasi tinggi, konsentrasi agar bermain pas.

Belajar akting. Belajar seni peran. Baru Ia kenal ketika saat kuliah di IKJ. Ketika Ia belajar dengan Bu Tatiek Maliyati. Sebelum masuk IKJ bintang film Kabayan Jadi Milyuner sempat ikut Harry Rusli selama dua tahun. Di situ Ia belajar beberapa hal penting sebagai dasar. Ia paham musik, paham ritme dan mencoba belajar segala macam hal yang berkaitan dengan itu. Sampai Ia memahami harmoni dari musik itu. Dan itulah yang menjadi dasar Ia untuk melangkah. Sampai akhirnya kurang lebih 30 tahun Ia telah bergelut di dunia seni.

Karirnya terus melesat dan berbagai film pun Ia telah bintangi, yang fenomenal dan melekat dalam dirinya adalah sosok kabayan, pemuda desa yang khas sunda dengan kata menarik yang banyak diingat "Gutak, Gitek, Gual, Geol" mantra ketika Ia iseng-iseng mengatakan cara manggil Jin.

Saat ini Ia telah menjadi duta kereta api, telah Ia lalui selama dari tahun 2009. Sampai saat ini aktivitasnya masih aktif berakting dan mengajar di Institut Kesenian Jakarta. Baca Selengkapnya ..

Info Tambahan
  • sunting

    Sosok Didi Petet sangat lekat dengan sosok Si Kabayan, tokoh lugu khas Sundan. Film ini sukses dan mendapat tempat di hati masyarakat hingga akhirnya dibuat beberapa sekuel, dengan menempatkan Paramita Rusady, Meriam Bellina, Nurul Arifin dan Desy Ratnasari sebagai mitra bermainya sampai Ia bermain sebagai Suwito dalam Pasir Berbisik.

    Ketika dunia sinetron merebak seiring dengan maraknya stasiun televisi di tanah air, Didi pun terjun ke sana. Didi bukan tipe orang yang berhenti di Film, tetapi iya terus berekspansi apa yang sedang menjadi trend disukai oleh masyarakat, ketika sinetron diminati untuk ditonton Ia pun terjun. Iklan tak ketinggalan dirambahnya pula. Bahkan ia kemudian mendirikan sebuah production house PT. Talitas.

    Didi aktif mengajar akting sejak tahun 1984 di Institut Kesenian Jakarta. Kegiatan mengajarnya bertambah di Didi Petet Acting School yang bergabung dengan Look Inc School.

    Bersama Sena Utoyo, ia juga mendirikan Sena-Didi Mime; kelompok pertunjukkan yang mengkhususkan pada pantomim. Banyak prestasi yang telah Ia raih, penghargaan Aktor Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 1988 (Catatan si Boy), Aktor Terpuji FFB 1989 (Gema Kampus 66), Aktor Terpuji FFB 1994 (Si Kabayan Cari Jodoh) dan banyak lagi. Bahkan tak hanya penghargaan dari dunia film, Ia pun banyak mendapat penghargaan dalam permainannya di teater, pantomim dan sinetron. Karya-karya pantomimnya, Lobi-Lobi Hotel Pelangi, Sekata Kaktus Du Fulus dan Se Tong Se Tenggak.

Review

Lihat Semua
(11 Review)
  1. Mustopa Ditulis pada tanggal 27 September 2012 00:52

    SD Sabang Bandung pijakan awal Ia mengasah potensinya lebih aktif. Didi termasuk anak yang cerdas dan aktif sejak kecil.

  2. Mustopa Ditulis pada tanggal 24 September 2012 12:47

    Sosok Didi Petet sangat lekat dengan sosok Si Kabayan, tokoh lugu khas Sundan. Film ini sukses dan mendapat tempat di hati masyarakat hingga akhirnya dibuat beberapa sekuel, dengan menempatkan Paramita Rusady, Meriam Bellina, Nurul Arifin dan Desy Ratnasari sebagai mitra bermainya sampai Ia bermain sebagai Suwito dalam Pasir Berbisik. " hebat ya kang masih eksis"

  3. supriyanti Ditulis pada tanggal 29 Agustus 2012 07:59

    saya suka sekali dengan akting dan karya mas didi petet sukses terus ya mas..

Laporkan Cerita