Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

22 Desember 2014

Firman Utina

Galeri

Lihat Semua
2.5

Rating Pengguna

2 Votes

1 2 3 4 5

Review

(4 Review)
Tulis Review

Cerita

Lihat Semua
Jelang Timnas vs Arab Saudi : Ini Kandidat Kapten Timnas Indonesia
Pemain Persib Bandung Ini Dukung Penuh Timnas

Pemain Persib Bandung Ini Dukung Penuh Timnas

Criters, Timnas Indonesia akan melakoni laga krusial melawan Malaysia pada laga terakhir penyisiahan grup B Piala AFF 2012 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Sabtu (1/12) (hari ini red). Salah satu punggawa Persib Bandung, Firman Utina  mengaku sangat rindu untuk dapat kembali membela GarudaBaca Selengkapnya ..

sunting

Biografi

Firman lahir tanggal 15 Desember 1981 di sudut sebuah gang di Kelurahan Komo Luar, Kecamatan Tikala, Manado, Sulawesi Utara. Di tempat itulah Firman Utina menghabiskan masa kecilnya dengan bermain bola. Daerah ini terkenal sebagai kawasan banjir. Itulah sebabnya susah mendapatkan dokumentasi masa kecil Firman. Hampir seluruh foto masa kecil Firman tak ada yang tersisa akibat sapuan banjir.

Firman saat berusia 15 tahun selalu bekerja keras dengan membagi waktunya antara bekerja dengan bermain sepakbola.Firman kecil bekerja mencuci mobil dan sore hari bermain sepakbola, uang dari upahnya mencuci mobil ia tabung untuk bekal berlatih sepakbola yang jaraknya agak jauh dari rumahnya.

Firman Utina memulai karir sepakbolanya di klub Sepakbola Indonesia Muda dan kemudian pindah ke klub lain bernama Bina Taruna. Berkat kerja kerasnya untuk terus rajin berlatih membuat dirinya menjadi semakin mahir dalam permainan sepakbolanya. Sehingga dalam kurun waktu tiga tahun bersama klub Bina Taruna.Ulet dan terus giat berlatih membuat dia mampu terus memperbaiki penampilannya. Hanya tiga tahun bersama klub amatir tersebut, ia direkrut Persma Junior, salah satu tim semi-profesional yang ada di daerahnya saat itu.

Proses masuk ke Persma Junior terbilang unik. Hal itu karena ia tidak melalui mekanisme seleksi layaknya pemain lain. Sebab ia direkrut setelah mampu mencetak 12 gol dalam satu pertandingan pada turnamen klub lokal di Manado. Torehan gol yang cukup banyak dalam satu laga itu sampai ke kuping pelatih Persma Manado saat itu, Benny Dollo.

Penasaran dengan sukses salah satu striker lokal yang mampu mencetak gol selusin dalam satu laga, pelatih yang akrab di sapa Bendol tersebut langsung memerintahkan anggotanya menjemput Firman, dan mengajaknya masuk Persma. Pucuk dicinta ulang pun tiba. Tak ragu, ia langsung menerima pinangan untuk bergabung ke Persma.

Terus ditempa pelatih Benny Dollo, ia pun menunjukan progres meningkat. Hal tersebut membuat Bendol tidak ragu mengikutkannya di mana pun ia menjadi arsitek tim, sehingga membuat banyak orang menyebut Firman adalah "anak emas" pelatih timnas Indonesia itu

Tekadnya untuk terus menekuni karir bermain sepakbola rupanya tidak perlu diragukan. Itu bisa dilihat dengan keputusannya meninggalkan status pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Tangerang saat merumput bersama Pendekar Cisadane, dan memutuskan hengkang ke Arema Malang, mengikuti jejak pelatih Benny Dollo.

Pilihannya meninggalkan Persita Tangerang dan merapat ke Arema Malang serta menanggalkan status PNS rupanya tidak sia-sia. Sebab di klub kebanggaan Aremania itu ia merasakan manisnya mencicipi gelar juara, meski itu hanya turnamen Copa Indonesia. Tidak hanya juara tentunya, ia pun mampu menyabet gelar pemain terbaik di ajang tersebut. Satu penghargaan yang membuat motivasinya untuk terus memperbaiki penampilan. Meski beberapa kali di dera cedera dan mengharuskannya untuk istirahat dari lapangan hijau, penampilannya masih tetap stabil.

Setelah pelatih Beny Dollo memutuskan untuk mundur dari kursi pelatih Persita Tangerang, ia pun diprediksi bakal meninggalkan klub tersebut dan kembali mengikut jejak pelatih yang telah menjadikannya sebagai pemain terkenal itu. Sayang karena Bendol direkrut timnas, ia pun banting setir dan merapat ke Pelita Jaya, padahal sejumlah tim papan atas mengicarnya.

Meski pernah mengecewakan manajemen Persita Tangerang, tapi dia tetap diterima ketika kembali merapat ke tim tersebut pada awal musim kompetisi 2007 silam. Padahal pada musim 2004, pemain yang memulai debutnya di tim "Merah Putih" sejak 2000 bersama timnas pelajar, pernah memilih menanggalkan statusnya sebagai PNS dan meninggalkan Pendekar Cisadane.

Pada tahun 2010 Firman Utina meraih gelar Pemain Terbaik Aff Suzuki Cup 2010 dan menerima hadiah uang tunai sebesar USD10 ribu. Firman terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP) alias pemain terbaik turnamen. Firman merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi pemain terbaik di AFF Suzuki Cup 2010.

Kini Firman tergabung dalam skuad laskar wong kito, Sriwijaya FC. Untuk Timnas Indonesia kini Firman tak lagi menjadi bagian, kisruh PSSI membuat dirinya yg biasa menjadi kapten timnas tidak lagi dipanggil masuk timnas karena keputusannya memilih untuk membela sriwijaya fc, klub ISL yang merupakan salah satu klub yang dianggap oleh PSSI bermain di kompetisi ilegal. Dan hasilnya, firman pun dipaksa jd penonton ketika timnas dibantai bahrain 0-10 dalam lanjutan Kualifikasi Pra Piala Dunia 2014.

Firman Utina berencana menggeluti dunia sepakbola hingga akhir hayatnya. Suami dari Marita Yustika ini mengaku ingin berkarir sebagai pelatih bila sudah pensiun kelak. Saat ini ia hanya ingin fokus bermain, dan tidak memiliki kegiatan sampingan sedikitpun. Baca Selengkapnya ..

Karir Klub

Lihat Semua
Info Tambahan
Penghargaan / Prestasi
  • sunting

    1. Firman Utina merupakan pemain yang menjadi langganan sebagai Kapten Timnas Indonesia.

    2. Saat ini Firman Utina membela Persib Bandung, setelah sebelumnya sempat membela banyak klub besar di Indonesia seperti Persija, Sriwijaya dan Arema.

    3. Firman Utina bisa dibilang sebagai Jenderal di lini tengah.

    4. Firman utina sempat mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik Di Copa Dji Sam Soe dan Pemain Terbaik AFF Cup 2010

  • sunting

    Klub Arema Malang
    • Copa Dji Sam Soe
    • Juara (2): 2005, 2006
    Internasional Indonesia
    • Piala Suzuki AFF 2010
    • Runner-up (1): 2010
    Pribadi
    • Pemain terbaik Copa Dji Sam Soe 2005
    • Pemain terbaik Piala Suzuki AFF 2010

Review

Lihat Semua
(4 Review)
  1. Mike Retnosari Ditulis pada tanggal 30 Agustus 2012 02:35

    kapten terbaik!! moga bisa terus jadi terbaik buat TIMNAS INDONESIA !

  2. fairus firdausi Ditulis pada tanggal 25 Mei 2012 11:46

    semua orang juga ga akan ada yang setuju dengan kenaikan bbm tak terkecuali dengan pemain bola kita firman ini..

  3. Nestia Ditulis pada tanggal 26 April 2012 09:38

    salah satu kebanggan indonesia nih

Laporkan Cerita