Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

02 Oktober 2014

Kopassus

Galeri

Lihat Semua
0

Rating Pengguna

0 Votes

1 2 3 4 5

Review

(0 Review)
Tulis Review

Cerita

Lihat Semua
Kopassus Siap Turun Tangan Basmi Preman Jakarta

Kopassus Siap Turun Tangan Basmi Preman Jakarta

Komandan Jenderal Kopassus, Mayjen Agus Sutomo menegaskan komitmennya untuk turun membantu membasmi premanisme yang diresahkan masyarakat. Pasukan Kopassus akan turun bila diminta. Aksi premanisme di Jakarta dan tempat-tempat lain di Indonesia semakin membuat resah masyarakat. Bila memang jajaran PBaca Selengkapnya ..

Anggota Kopassus Terdakwa Kasus Cebongan Dihukum Ringan

Anggota Kopassus Terdakwa Kasus Cebongan Dihukum Ringan

Lima Anggota Kopassus yang menjadi terdakwa kasus Cebongan yang masuk dalam berkas perkara dua dijatuhi hukuman 1 tahun 9 bulan penjara. Vonis majelis hakim lebih ringan satu bulan ketimbang tuntutan oditur militer selama dua tahun penjara. Mereka terbukti membantu untuk melancarkan aksi eksekutor Baca Selengkapnya ..

Ini Dia “Mainan” Baru Kopassus

Ini Dia “Mainan” Baru Kopassus

Tahun depan TNI AD, khususnya Kopassus akan punya amunisi tambahan dalam rangka peremajaan alat senjata. Salah satu yang sudah pasti adalah kedatangan helicopter serbu canggih dari Amerika Serikat. Hel serbu Apache akan segera menjadi “mainan” baru Kopassus efektif pada tahun 2014 mendatBaca Selengkapnya ..

Risalah Singkat
Sejarah Pertempuran
Sejarah Kelam
  • sunting

    Komando pasukan khusus atau lebih dikenal dengan sebutan Kopassus dengan ciri khas Baret Merah, Pisau Komando dan loreng darah mengalir. Kopassus memiliki prajurit yang memilki kemampuan dan keterampilan khusus di bidang metal, fisik, taktik dan tehnik untuk melaksanakan operasi khusus terhadap sasaran yang bersifat strategis terpilih.

    Komando pasukan khusus atau lebih dikenal dengan sebutan Kopassus dengan ciri khas Baret Merah, Pisau Komando dan loreng darah mengalir. Kopassus memiliki prajurit yang memilki kemampuan dan keterampilan khusus di bidang metal, fisik, taktik dan tehnik untuk melaksanakan operasi khusus terhadap sasaran yang bersifat strategis terpilih.

    Berawal dari sulitnya menumpas Republik Maluku Selatan (RMS) pada tahun 1952. Maka Kolonel A.E. Kawilarang yang pada sat itu menjabat Pangdam Siliwangi mendirikan Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT) yang berisikan pasukan komando yang dapat bergerak tangkas dan cepat.

    Pada tanggal 18 Maret 1953 Mabes ABRI mengambil alih dari komando Siliwangi dan kemudian mengubah namanya menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD).

    Tanggal 25 Juli 1955 organisasi KKAD ditingkatkan menjadi Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD), yang tetap dipimpin oleh Mochamad Idjon Djanbi.

    Pada tanggal 12 Desember 1966, RPKAD berubah pula menjadi Pusat Pasukan Khusus AD (Puspassus AD). Dan terlibat serangkaian pertempuran di Kalimantan dengan Malaysia dan Inggris. Selain itu, ikut serta dalam penumpasan separatisme dalam negeri.

    Tanggal 17 Februari 1971, resimen tersebut kemudian diberi nama Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha). Dalam operasi di Timor Timur pasukan ini memainkan peran sejak awal. Mereka melakukan operasi khusus guna mendorong integrasi Timtim dengan Indonesia. Pada tanggal 7 Desember 1975.

    Dengan adanya reorganisasi di tubuh ABRI, sejak tanggal 26 Desember 1986, nama Kopassandha berubah menjadi Komando Pasukan Khusus yang lebih terkenal dengan nama Kopassus hingga kini.

    ABRI selanjutnya melakukan penataan kembali terhadap grup di kesatuan Kopassus. Sehingga wadah kesatuan dan pendidikan digabungkan menjadi Grup 1, Grup 2, Grup 3/Pusdik Pasuss, serta Detasemen 81.

    Grup 1/Parakomando - Serang, Banten

    Grup 2/Parakomando - Kartasura, Jawa Tengah

    Grup 3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus -Batujajar, Jawa Barat

    Grup 4/Sandhi Yudha -Cijantung, Jakarta Timur

    Grup 5/Anti Teror -Cijantung, Jakarta Timur

    Detasemen 81, unit anti teroris Kopassus, ditiadakan dan diintegrasikan ke grup-grup tadi.

  • sunting

    Operasi Dwikora 1963

    Operasi Seroja Timor Timur 1975

    operasi pembebasan sandera Pesawat Woyla Thailand 1981

  • sunting

    Pasukan elite ini juga tidak lepas dari serangkaian peristiwa berdarah di negara ini. Kopassus disinyalir terlibat dalam operasi militer diam-diam yang banyak terjadi selam rezim Orde Baru berkuasa.

    1. Tim Mawar di periode 1990-1998

    Dalam periode ini banyak aktivis pro-demokrasi yang menentang rezim Soeharto yang hilang tanpa sebab yang jelas. aksi tim Mawar ini kemudian terungkap setelah rezim Soeharto tumbang. Dan Kopassus adalah aktor utama dalam operasi Tim Mawar yang menghilangkan aktivis-aktivis pro demokrasi pada saat itu. Hal ini terbukti dari hasil persidangan militer yang akhirnya menghukum sejumlah personel Kopassus pada saat itu.

    2. Penyerangan LP Cebongan Sleman 2013

    Aksi brutal beberapa anggota Kopassus yang menyerbu LP Cebongan untuk mengeksekusi preman yang menjadi tersangka pengroyokan anggota Kopassus. Motif Balas Dendam menjadi faktor utama dari penyerbuan anggota Kopassus ke dalam LP Cebongan.

Laporkan Cerita