Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

03 September 2014

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)

0

Rating Pengguna

0 Votes

1 2 3 4 5

Review

(0 Review)
Tulis Review

Cerita

Lihat Semua
Wahh, Caleg ini Berjanji akan Sisihkan 50 Persen Gajinya

Wahh, Caleg ini Berjanji akan Sisihkan 50 Persen Gajinya

Criters, mengumbar janji adalah hal yang lumrah buat seorang caleg saat kampanye. Padahal janji-janji manis seorang caleg saat kampanye belom tentu direalisasikan saat ia udah menjabat sebagai anggota dewan terhormat. Banyak model janji-janji manis yang dilontarkan caleg-caleg jelang pemilu, salah sBaca Selengkapnya ..

Unik! Caleg ini akan Kampanye dengan Membagikan Bra

Unik! Caleg ini akan Kampanye dengan Membagikan Bra

Criters, menurutmu apa yang biasa dilakukan para caleg untuk melakukan kampanye? Mungkin kebanyakan dari kita menjawab : bagi-bagi kaos, bagi-bagi uang, atau memasang baliho atau spanduk dijalan atau beriklan di televisi. Ah, kayaknya cara-cara tersebut saat ini udah teralu mainstream deh, alias biaBaca Selengkapnya ..

sunting

Maret 2013, hari itu terpancar wajah sumringah Sutiyoso, begitu juga dengan wajah-wajah para kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini. Bagaimana tidak, mereka bersuka ria karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi menetapkan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menjadi partai politik peserta Pemilu 2014 yang dibacakan oleh ketua KPU Husni Malik. Partai yang sebelumnya bernama Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) ini akhirnya diperbolehkan menjadi peserta pemilu tahun 2014 oleh KPU dan mendapatkan nomor urut 15. PKPI pun langsung hajatan setelah mendapat hasil baik ini. Yap, seperti yang diketahui sebelumnya, PKPI ibarat "digantung, dianiaya, diphpin, atau dipermalukan" oleh KPU, waktu itu PKPI direkomendasi oleh Bawaslu tapi tetap aja PKPI malah dicuekin oleh KPU dan ga dilolosin sebagai peserta pemilu 2014.

PKPI sendiri adalah sebuah partai politik di Indonesia. Yaa bisa dibilang perjuangan partai yang dideklarasikan di Jakarta tanggal 15 Januari 1999 ini pun akhirnya happy ending. Uhuyy! PKPI siap melaju dan bersinar di perhelatan terpanas pemilu presiden 2014 mendatang!

PKPI sendiri pertama kali ikut serta dalam Pemilu 1999. PKPI merupakan kelanjutan dari Partai Kesatuan dan Persatuan (PKP) pada tanggal 15 Januari 1999, yang kemudian berganti nama pada tahun 2002 karena ketentuan electoral thresold sesuai UU no. 3 tahun 1999 dan UU no.12 tahun 2003 tentang Pemilihan Umum (Legislatif).

Partai ini lahir di awal reformasi, sebagai jawaban menghadapi krisis multi dimensi yang telah melemahkan sendi-sendi Persatuan dan Kesatuan bangsa. Diawali dengan membentuk Gerakan Keadilan dan Persatuan Bangsa (GKPB) yang dimotori oleh mantan Wakil Presiden Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, mantan Menhankam/Pangab Jenderal TNI (Purn) Edi Sudrajat, Tatto S. Pradjamangala, Ir. Siswono Yudhohusodo, Ir. Sarwono Kusumaatmadja, Hayono Isman, Letjen TNI (Purn) Suryadi, Ali Sadikin, Kemal Idris, Udju S Dinata, Prof. Edi Swasono, David Napitupulu, Bambang Warih Koesoema, K.H Said Aqil Siradj, Ki. H. Umar Mansyur, Dr. Meutia Hatta, John Pieris, Marah Halim Harahap, Anton J Supit, EE Mangindaan, Freddy Numbery, Indra Bambang Utoyo, Pontjo Sutowo, beserta komponen bangsa lainnya. Kemudian dibentuklah PKP pada tanggal 15 Januari 1999 untuk mengikuti pemilu 5 April 1999. Dan kemudian menjadi PKP Indonesia pada tahun 2002.

Partai yang bersifat terbuka ini mempunyai program memperjuangkan keadilan dan kedaulatan rakyat, yang berdasarkan persatuan. Selain membina dan membangun kesadaran dan pengetahuan rakyat tentang hak dan tanggung jawab, PKP juga menghimpun, merumuskan dan memperjuangkan aspirasi rakyat serta mempertahankan dan membina tatanan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.

PKPI dicitakan sebagai suatu partai politik mandiri, populis dan modern, yang berjangkauan jauh ke masa depan.


Riwayat Kepengurusan

PKP lahir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, dengan visi dan misi yang jelas, dan dengan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. PKP adalah wadah untuk melanjutkan cita-cita perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Ketika didirikan (1999), partai ini memiliki kepengurusan sebagai berikut:
Ketua Umum: Jenderal (Purn.) Edi Sudradjat
Sekretaris Jenderal: Hayono Isman
Berdasarkan Sidang Paripurna Kongres Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, kepengurusan PKPI tahun 2005-2010 ditangani oleh:
Ketua Umum: Jenderal (Purn.) Edi Sudradjat (meninggal pada tahun 2006)
Sekretaris Jenderal: Samuel Samson
Pada 2006-2010, kepengurusan ditangani oleh:
Ketua Umum: Meutia Hatta
Sekretaris Jenderal: Samuel Samson
Berdasarkan hasil kongres III PKPI 13 April 2010 di Jakarta, untuk kepemimpinan partai tahun 2010-2015 dipegang oleh:
Ketua Dewan Penasehat : Jend. TNI (Purn) Try Sutrisno
Ketua Dewan Pakar : Prof. Dr. Sri Edi Swasono
Pengurus Harian Dewan Pimpinan Nasional:
Ketua Umum: Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, mantan gubernur DKI Jakarta.
Sekretaris Jenderal: Lukman F. Mokoginta
Bendahara Umum: Linda Setiawati


Visi
PKPI memandang bahwa kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara perlu senantiasa dikembangkan dengan mengacu pada dua hal pokok, yaitu :

a. Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 serta Pancasila sebagai ideologi negara dan dasar negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan 1945 yang dirinci sebagai berikut.
Wawasan Kebangsaan yang senantiasa harus dipupuk dan ditumbuhkembangkan untuk mewujudkan suatu tatanan masyarakat bangsa yang besar dan kokoh, nasional, bersatu padu, beradab, berbudaya dan tidak diskriminatif.
Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dijaga kedaulatan dan dikembangkan eksistensinya melalui pemerintahan yang bersih, jujur,adil, berkualitas, demokratis, berwibawa, kuat, taat pada konstitusi, hukum, serta bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Peri Kehidupan rakyat yang bersatu dan berkerjasama, berkeadilan dan demokratis, berkesejahteraan sosial, berkarakter, beretika-bermoral-berakhlak mulia, memiliki etos kerja yang tinggi dan profesional.
b. Keadaan nyata masyarakat serta kecerdasan yang di capai setelah tahun 1945, yang pada gilirannya juga menghasilkan tuntutan terhadap sesama bangsa dan negara.
Kehidupan bangsa dan negara pada saat ini dan ke masa depan menyaratkan diperlukannya penegakkan keadilan, persatuan dan kesejahteraan sosial sebagai suatu kesatuan makna dan nafas perjuangan seluruh rakyat Indonesia.
Persatuan bangsa hanya dapat terpelihara dan semakin kokoh bila ada keadilan. Keadilan yang diperjuangkan perwujudannya haruslah memperkuat dan memperdalam makna persatuan.
Dengan demikian maka visi PKPI adalah terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang berkeadilan, bersatu dan berkesejahteraan sosial dengan menjunjung tinggi supremasi hukum, dalam semangat Pancasila dan UUD 1945.


Misi

  • Mempertahankan kedaulatan dan eksistensi serta tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
  • Mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial dan hak-hak politik rakyat, demi peri kehidupan yang adil, beradab, berbudaya dengan menjunjung tinggi supremasi hukum, demokrasi dan hak asasi manusia (HAM)
  • Memperkokoh persatuan yang nyata dalam tatanan masyarakat majemuk melalui peri kehidupan yang adil, setara, merata dan tidak diskriminatif
  • Mewujudkan pemerintahan yang jujur, demokratis, efisien, efektif, bersih serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)
  • Mewujudkan masyarakat kewargaan (civil society) yang kuat, sehat, cerdas, profesional, beradab dan bersih
  • Mewujudkan kehidupan bangsa dan negara yang bermartabat, dan mampu berperan dalam pergaulan dunia, dihormati, mampu bersaing dan berkompetisi dalam tata dunia ekonomi dan politik secara global
  • Dengan demikian maka misi PKPI adalah mewujudkan masyarakat kewargaan (civil society) yang berkeadilan, bersatu, berkesejahteraan sosial dalam mewujudkan pemerintahan yang kuat, efektif, efisien, bersih, taat hukum, berwibawa, di Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang mampu bersaing serta dihormati dalam pergaulan dunia.

Susunan Pengurus
Haluan dan Pokok-Pokok Perjuangan
Tahukah Kamu
Arti Lambang Partai
  • sunting

    Susunan Kepengurusan DPN PKPI 2010-2015

    Ketua Dewan Penasehat : Jend TNI (Purn) Try Sutrisno
    Ketua Dewan Pakar : Prof. Dr Sri Edi Swasono
    Ketua Umum: Letjen TNI (Purn) Sutiyoso
    Sekretaris Jenderal: Lukman F. Mokoginta
    Wakil Sekjen, Rully Soekarta, Jeffry Palijama, Juanita L. Suling, Romulus Sihombing
    Bendahara Umum: Linda Setiawati
    Wakil Bendahara Umum, Janti Husodo (Sari), Ge Jiang Ging (Cing-Cing), Idda Judiciana.

    Ketua-Ketua :

    • Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Nehemia Lawalatta;
    • Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Mayjend TNI (Purn) Mashudi Darto;
    • Ketua Bidang Litbang, Bruno Kaka Wawo;
    • Ketua Bidang Infokom, Meutiah Alhasany;
    • Ketua Bidang Kewilayahan, Letjend (Purn) Yusuf Kartanegara;
    • Ketua Bidang Legislator, Azhary Ali Agus;
    • Ketua Bidang Ekonomi, Jimmy E. Jambak;
    • Ketua Bidang Kesra, Bea Larasati Iskandar;
    • Ketua Bidang Polhukam, Mayjend TNI (Purn) Albert Paruntu;

    Wakil-Wakil Sekjen :

    • Wakil Sekjen, Rully Soekarta;
    • Wakil Sekjen, Jeffry Palijama;
    • Wakil Sekjen, Juanita L. Suling;
    • Wakil Sekjen, Romulus Sihombing;

    Wakil-Wakil Bendahara Umum:

    • Wakil Bendahara Umum, Janti Husodo (Sari);
    • Wakil Bendahara Umum, Ge Jiang Ging (Cing-Cing);
    • Wakil Bendahara Umum, Idda Judiciana.

    Ketua Korwil

    • Ketua Korwil Barat (Sumatera-Kalimantan), Suparta;
    • Ketua Korwil Tengah (Jawa-Bali), PM;
    • Ketua Korwil Timur (Sulawesi-Nusra-Maluku-Papua), AT Umboh;

    Alamat Kantor DPP : Jl. Diponegoro No.63 Menteng, Jakarta Pusat 10310, Jl. Pangeran Antasari Nomor 68, Cipete Utara, Jakarta 12150 
    Telp : 021- 7246174 
    Fax : 021- 7246174

    Email : jkarta2002@yahoo.com
    Website : www.pkp-garuda.or.id, www.pkpindonesia.or.id

    Redaksi Media Center PKP Indonesia

    Alamat: Jl. Cut Meutia No.18, Jakarta Pusat

    Email: pkpinasional@gmail.compkpinasional@yahoo.cominfo@pkpindonesia.or.id

  • sunting

    Haluan

    1. Ideologi: PKPI berazaskan Pancasila sebagai ideologi partai dan mewujudkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
    2. Konstitusi: Undang-undang Dasar (UUD) 1945, Hukum dan Demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM).
    3. Sifat dan Motto Partai: sebagai partai mandiri, sebagai partai yang populis, sebagai partai yang modern, sebagai partai politik yang berpaham kebangsaan dan berdasarkan kedaulatan rakyat.
    4. Ketuhanan Yang Maha Esa: PKPI berpedoman bahwa wujud kehidupan spiritual yang mulia (akhlakul karimah), beradab, beretika dan bermoral yang dapat diterima oleh semua ajaran agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, adalah kehidupan spiritual manusia Indonesia yang beriman, bertaqwa, berkedaulatan, bertoleransi dan berkeperimanusiaan yang saling menghormati. 
    5. Kedaulatan Rakyat: PKPI berpedoman bahwa rakyat sebagai pemilik yang sah dan harus diakui sebagai sumber kedaulatan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan berpemerintahan.
    6. Negara Berkebangsaan: PKPI berpedoman bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kebangsaan berdasarkan berkibarnya bendera Merah Putih, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Pancasila, Proklamasi 17 Agustus 1945.
    7. Penyelenggaraan Negara: PKPI berpedoman bahwa keadilan yang hakiki harus diwujudnyatakan dalam semua kebijakan penyelenggaraan negara.
    8. Otonomi Daerah.
    9. Pembangunan Berkelanjutan: PKPI berpedoman bahwa upaya pembangunan berkelanjutan harus segera dan terus menerus dilaksanakan dalam rangka membangun masyarakat kewargaan (civil society) yang berkeadilan, bersatu dan berkesejahteraan sosial dengan menjunjung tinggi supremasi hukum.
    10. Hubungan dan Kerjasama Internasional.
    11. Matra Darat, Laut dan Udara.

    Pokok-Pokok Perjuangan

    1. Perwujudan Kedaulatan Rakyat yang Nyata Atas Negara
    2. Pancasila Dan UUD 1945 Sebagai Kenyataan Yang Hidup
    3. Pemerintahan yang Mampu Menghadapi Tantangan Berat ke Masa Depan
    4. Mencegah Disintegrasi Bangsa
    5. Perwujudan Otonomi Daerah Secara Nyata
    6. Pemberdayaan Masyarakat
    7. Pemulihan Ekonomi dan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan
    8. Kualitas Manusia Indonesia
    9. Penegakan Hukum Yang Berintikan Keadilan dan Kebenaran
    10. Pelayanan Umum yang Layak dan Adil
    11. Pemulihan Keamanan dan Ketentraman Masyarakat
    12. Beban Hutang yang Ditangggung Negara dan Rakyat
    13. Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)

  • sunting

    • Berdirinya PKP merupakan buntut perselisihan intern Golkar sejak Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar 1998. Selain itu, alasan kubu Jenderal (Purn) Edi Sudradjat untuk mendirikan partai sendiri karena menganggap Golkar pimpinan Ir Akbar Tandjung kurang aspiratif dan kurang reformis. Pasalnya, Golkar tidak konsisten dalam mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 karena bersedia mencabut Ketetapan (Tap) No IV/MPR/1983 tentang Referendum yang berfungsi mengamankan dasar negara tersebut. Pertimbangan lainnya, PKP lahir akibat kekhawatiran munculnya ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.
    • Singkatan nama Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia adalah : PKP INDONESIA, yang penulisannya menggunakan huruf tebal mengambarkan prinsip yang teguh untuk memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika
    • 1 April 2013, 13 Partai politik yang tidak lolos Pemilu 2014 resmi bergabung dengan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Ke-13 parpol yang menamai diri Aliansi Partai Politik Penegak Konstitusi (AP3K) itu sudah menandatangani nota kesepahaman. Adapun ke-13 partai itu adalah Partai Serikat Indonesia, Partai Karya Republik, Partai Persatuan Nahdlatul Ulama Indonesia, Partai Republik, PKPB, Partai Buruh, PDS, Nasrep, Partai Merdeka, Partai Kedaulatan, PPN, Partai Barnas dan PNI M.
    • Pada Selasa, 13 April 2010, Mantan Gubernur DKI Sutiyoso secara aklamasi terpilih sebagai ketua umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) masa bakti 2010-2015. Sebelumnya diketuai oleh Meutia Hatta.
    • Senin, 25 Maret 2013, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya mengabulkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) bahwa Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) sebagai peserta pemilu 2014. Dengan demikian, PKPI menjadi partai kedua yang diloloskan oleh KPU setelah melalui proses di PT TUN. Sebelumnya KPU juga meloloskan PBB.
    • 30 Juni 2013, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Bogor, Jawa Barat. Berbagai permasalahan dibahas, termasuk sejumlah strategi penguatan struktur organisasi partai dalam menghadapi pelaksanaan Pemilu 2014.
    • PKPI tidak punya caleg bermasalah dari sisi korupsi sebab partai ini tergolong baru. Caleg dari PKPI yang bermasalah juga hanya 0,1 persen, itu juga karena 0,1 persen kebanyakan merupakan migrasi dari partai lain.
    • Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan nomor urut 15 untuk Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) berdasarkan surat keputusan nomor 166/KPTS/KPU/2013.

      Nomor itu diberikan setelah sebelumnya KPU menetapkan 10 nomor urut peserta Pemilihan Umum (Pemilu) ditambah tiga partai lokal Aceh ditambah dengan kelolosan Partai Bulan Bintang (PBB) yang memperoleh nomor 14. Sehingga partai yang dipimpin Sutiyoso ini memperoleh nomor 15.
    • Adapun arti nomor urut 15 dalam peserta pemilu 2014 mendatang buat bang Yos (sutiyoso) adalah nomor hoki. Soalnya 15 Januari lalu, usia PKPI 15 (tahun), anak Sutiyoso juga lahir tanggal 15, apalagi Busway juga diresmikan tanggal 15.

  • sunting

    PERISAI (1), bergambar GARUDA (2), MERAH PUTIH (3), yang memegang rangkaian PADI DAN KAPAS (4). 

    Arti lambang dapat dijelaskan sebagai berikut :

    (1) PERISAI melambangkan Perlindungan Pancasila

    (2) GARUDA melambangkan Martabat Bangsa Yang Ksatria

    (3) MERAH-PUTIH melambangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia

    (4) PADI-KAPAS melambangkan Keadilan dan Kesejahteraan.

Laporkan Cerita