Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

02 September 2014

Abdurrahman Wahid

2.3

Rating Pengguna

4 Votes

1 2 3 4 5

Review

(8 Review)
Tulis Review

Cerita

Lihat Semua
Hadiah Kopiah Gus Dur buat Jokowi, Pertanda Apa?

Hadiah Kopiah Gus Dur buat Jokowi, Pertanda Apa?

Criters, jika sebelum-sebelumnya Jokowi dapat hadiah unik, seperti  gitar Metallica, kali ini lain. Ya, Jokowi kembali mendapat “hadiah”. Sepintas, mungkin malah ga ada yang spesial dari hadiah ini. Hadiahnya adalah kopiah. Kopiah itu didapatkannya dari pemberian istri almarhum Gus Baca Selengkapnya ..

Amien Rais ‘Provokator’ Poros Tengah

Amien Rais ‘Provokator’ Poros Tengah

Strategi Amien Rais memang terbilang jitu, ditahun 1999 AR pernah membuat perencanaan istilah poros tengah disaat itu, pemilu dimenangkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Partai berlambang banteng ini kemudian mendukung Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden.   Namun ketika Baca Selengkapnya ..

Heboh, Muncul Baliho 'Partai Ksatria Bergitar', Internal PKB jadi Galau

sunting

Biografi

Kyai Haji Abdurrahman Wahid, biasa dipanggil Gus Dur, adalah putra pertama dari enam bersaudara, dilahirkan di Denanyar, Jombang, Jawa Timur pada 4 Agustus 1940. Gus Dur adalah keturunan 'darah biru'. Ayahnya, KH Wahid Hasyim adalah putra KH Hasyim Asy'ari, pendiri NU dan pendiri Pesantren Tebu Ireng Jombang. Ibundanya, Hj Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, KH Bisri Syansuri. Kakek dari pihak ibunya ini juga merupakan tokoh NU, yang menjadi Rais 'Aam PBNU setelah KH Abdul Wahab Hasbullah.

Pada 1979 Gus Dur pindah ke Jakarta. Mula-mula ia merintis Pesantren Ciganjur. Pada awal 1980 Gus Dur dipercaya sebagai wakil katib syuriah PBNU. Di sini Gus Dur terlibat diskusi dan perdebatan serius mengenai masalah agama, sosial dan politik dengan berbagai kalangan lintas agama, suku dan disiplin ilmu.

Karier yang dianggap 'menyimpang' -dalam kapasitasnya sebagai seorang tokoh agama sekaligus pengurus PBNU adalah ketika menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada 1983. Ia juga menjadi ketua juri dalam Festival Film Indonesia (FFI) 1986, 1987.

Pada 1984 Gus Dur dipilih secara aklamasi oleh tim ahl hall wa al-'aqdi yang diketuai KH As'ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan ketua umum PBNU pada muktamar ke-27 NU di Situbondo. Jabatan itu kembali dikukuhkan pada muktamar ke-28 di pesantren Krapyak Jogjakarta (1989), dan muktamar di Cipasung Jawa Barat (1994).

Ia menggantikan Presiden B. J. Habibie setelah dipilih oleh MPR hasil Pemilu 1999. Penyelenggaraan pemerintahannya dibantu oleh Kabinet Persatuan Nasional. Masa kepresidenan Abdurrahman Wahid dimulai pada 20 Oktober 1999 dan berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Tepat 23 Juli 2001, kepemimpinannya digantikan oleh Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut oleh MPR. Abdurrahman Wahid adalah mantan ketuaTanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Baca Selengkapnya ..

Info Tambahan
Penghargaan
Anggota Keluarga
  • sunting

    Abdurrahman Wahid wafat dalam usianya yang ke 69 pada tanggal 30 Desember 2009 pukul 18.40 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.Sebelum wafat ia harus menjalani hemodialisis (cuci darah) rutin. Menurut Salahuddin Wahid adiknya, Gus Dur wafat akibat sumbatan pada arteri.Seminggu sebelum dipindahkan ke Jakarta ia sempat dirawat di Jombang seusai mengadakan perjalanan di Jawa Timur.

  • sunting

    • 21 Maret 2003. Doctor Honoris Causa bidang hukum dari Konkuk University, Seoul Korea Selatan,
    • 2002 Doctor Honoris Causa dari Universitas Sokka, Jepang,
    • 2001 Ambassador for Peace, salah satu badan PBB,
    • 2000 Doctor Honoris Causa dari Asian Institute of Technology, Thailand,
    • 2000 Penghargaan Kepemimpinan Global (The Global Leadership Award) dari Columbia University,
    • 2000 Doctor Honoris Causa dari Universitas Paris I (Panth
  • sunting

    Ayah : Wahid Hasyim
    Ibu :Solechah
    Istri : Sinta Nuriyah
    Anak-anak :

    • Alisa Qotrunada
    • Zannuba Arifah
    • Anisa Hayatunufus
    • Inayah Wulandari

Review

Lihat Semua
(8 Review)
  1. noviellya Ditulis pada tanggal 02 Desember 2012 14:11

    menyusuri pemikiran almarhum itu cukup seru loh! so extraordinary than ussually people...

  2. Mustopa Ditulis pada tanggal 21 September 2012 23:30

    Untuk mengenang kepergian Gus Dur, ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menggelar acara sederhana di rumahnya. Tak seperti biasanya peringatan kepergian Gus Dur kali ini digelar dengan cara mengenang humornya. " Semoga para tokoh Nasional bisa meneladani beliau "

  3. jajat sudrajat Ditulis pada tanggal 11 Mei 2012 11:13

    gitu aja kok repot, the presiden the brilian, thank for gus dur

Laporkan Cerita