Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

25 April 2014

DR. Ing. H. Fauzi Bowo

Galeri

Lihat Semua
2.5

Rating Pengguna

20 Votes

1 2 3 4 5

Review

(47 Review)
Tulis Review

Cerita

Lihat Semua
Wow, Kumis Foke bakalan tetap Eksis hingga ia Meninggal

Wow, Kumis Foke bakalan tetap Eksis hingga ia Meninggal

Criters, sosok Foke emang mudah untuk dikenali. Makanya gak heran jika menyebut nama Foke, publik akan langsung tertuju pada kumis manis yang dia miliki. Ya kan?? Lalu… Akankah kumis Foke akan dicukur, jika dia menjabat sebagai Dubes Jerman? Oh, atau kumisnya justru akan dimodel deBaca Selengkapnya ..

Foke, Calon Dubes Jerman yang Bermasalah

Foke, Calon Dubes Jerman yang Bermasalah

Siapa sih yang gak kenal Foke alias Fauzi Bowo? Mantan Gubernur DKI Jakarat ini memang akhir – akhir ini jadi sorotan berita terkait berita terpilihnya beliau menjadi Duta Besar Indonesia untuk Jerman. Orang-orang Jakarta memang pasti masih ingat banget dengan periode kepempimpinan bapak satu Baca Selengkapnya ..

"Foke Layak jadi Capres dan Cawapres"

Criters, nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (Foke) akhir-akhir ini emang santer di beritakan di beberapa media massa di tanah air terkait usulan pemerintah agar Foke menjadi Duta Besar R.I untuk Jerman. Ia diaggap pantas menjadi duta besar Indonesia untuk Jerman karena latar belakang pendiBaca Selengkapnya ..

sunting

Biografi

Fauzi Bowo adalah putra betawi yang lahir dari pasangan H Djohari Bowo bin Adipoetro dengan Hj Nuraini binti Abdul Manaf. Fauzi lahir di Jakarta 10 April 1948 dan darah Betawi berasal dari garis keturunan sang Ibu. Kakek dari Fauzi Bowo yaitu KH Abdul Manaf bin Achmad Jabar, adalah seorang Tokoh Nahdlatul Ulama di Jakarta yang berprofesi sebagai pengusaha. Sementara sang Ayah yaitu H Djohari Bowo bin Adipoetro berasal dari Malang, Jawa Timur.

Sejak kecil, ia terbiasa dengan kehidupan yang islami. Sang kakek kerap mengajaknya mengunjungi para ulama kala itu. Untuk memperdalam aqidah islam kepada cucu kesayangannya itu, Fauzi pun dikirim ke tokoh ulama terkemuka seperti KH Syafei Al Hadzami dan Habib Sami Alatas. Bahkan, dalam usia 10 tahun, dirinya telah menunaikan ibadah Haji ke Mekkah bersama keluarganya.

Meski sosoknya kental dengan ajaran islam, namun Fauzi Bowo menyelesaikan pendidikan sejak SD hingga SMA di sekolah khatolik. Dari TK dan SD ia bersekolah di St Bellarminus, SLTP dan SLTA di Kanisius. Lulus SMA, Fauzi pernah kuliah di Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada tahun 1966/1967. Kemudian pada usia 19 tahun, Fauzi kuliah di Technische Universitat Braunschweig, Jerman. Saat lulus sarjana muda, Fauzi belajar ilmu politik di Berlin, lalu belajar sosiologi di Zurich. Setelah itu ia kembali melanjutkan kuliah arsitekturnya dan mendapat gelar master untuk Teknik Arsitektur Perencanaan Kota dan Wilayah dari Universitat Braunschweig tahun 1976.

Setelah mendapatkan gelar Master, ia kembali ke Indonesia dan mulai berkarir di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta tahun 1978. Sewaktu berkarir di Pemprov DKI, Fauzi Bowo mendapat kesempatan kembali untuk belajar dan akhirnya pada tahun 2000, Fauzi Bowo mendapat gelar Doktor Ingenieur (DR Ing) dari Fachberiech Architektur/Raum Und Umweltplanung-Baungenieurwesen Universitat Kaiserlautern Republik Federasi Jerman, dengan disertasi berjudul Prinsip dan Panduan Dasar untuk Pengembangan Ruang Metropolitan dan Ruang Megapolitan Jakarta dan lulus dengan predikat cum laude.

Usai menyelesaikan pendidikannya, Fauzi Bowo kembali berkarir di bidang birokrasi. Tahun 1978, ia menjadi staf ahli Gubernur DKI Jakarta, kemudian tahun 1979 dirinya mendapat mandat untuk mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Biro Daerah DKI Jakarta. Meski telah menjadi birokrat, karir di bidang akademis tidak ia tinggalkan. Ia sempat mengajar sebagai dosen di Universitas Indonesia, namun tidak lama. Tahun 1982 ia dianggkat menjadi Kepala Biro Kepala Daerah DKI Jakarta dan karirnya di akademis pun ditinggalkannya.

Selama 13 tahun ternyata prestasi kerja Fauzi Bowo terus meningkat. Oleh karena itu, pada masa kepemimpinan Gubernur Surjadi Soedirdja (1992-1997), ia dipercaya untuk menduduki jabatan Kepala Dinas Pariwisata. Karena pretasinya yang terus gemilang, pada masa kepemimpinan Gubernur Sutiyoso (1997-2002), ia diserahi jabatan sebagai Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda). Sebenarnya Fauzi Bowo memiliki kesempatan untuk mencalonkan diri sebagai gubernur periode 2002-2007.

Mantan dosen Universitas Indonesia periode 1977-1984 ini sempat didaulat pendukungnya menjadi calon gubernur 2002. Namun karena kebijaksanaannya dalam mengikuti proses yang begulir, akhirnya dia memilih berpasangan dengan Sutiyoso yang dicalonkan Fraksi PDI-P dan Golkar. Keputusan pria yang akrab disapa Bang Fauzi itu sempat membuat Fraksi PAN dan beberapa partai kecil lainnya yang mengajukan dia sebagai calon gubernur kecewa. Namun saat mencalonkan diri pada Pilkada 2007, dukungan terhadap Fauzi malah semakin bertambah. Sebanyak 20 partai politik yang tergabung dalam Koalisi Bersama mendukung pria yang mahir berbahasa Inggiris, Belanda, dan Jerman itu.

Slogan Jakarta untuk Semua ternyata mampu menarik simpatik masyarakat ibu kota. "Untuk membangun Jakarta, serahkan kepada ahlinya dan kepada yang sudah berpengalaman. Jika tidak, kehancuran tinggal menunggu waktu." Kalimat tersebut diucapkan berulang-ulang oleh Fauzi saat kampanye dan terbukti mampu mendulang suara sekaligus memenangkan pilkada 8 Agustus 2007 lalu. Alhasil, Fauzi Bowo yang berpasangan dengan Prijanto terpilih sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012.

Begitu ditetapkan sebagai pemenang pilkada, pria yang memiliki kegemaran mengoleksi motor gede ini berjanji akan membawa Jakarta ke arah yang lebih baik. Bahkan ia berjanji tidak akan melakukan diskriminasi dalam pelayanan publik kepada seluruh warga ibu kota. Semua warga ibu kota berhak atas semua pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Oleh karena itu, apabila terjadi perlakukan istimewa kepada salah satu golongan saja, maka sistem pemerintahan ke depan tidak akan berjalan dengan baik.

(Sumber : beritajakarta.com) Baca Selengkapnya ..

Info Tambahan
Anggota Keluarga
  • sunting

    Fauzi Bowo adalah Gubernur DKI Jakarta pertama yang dipilih secara demokratis. Ia mampu mengalahkan pesaingnya yakni Adang Daradjatun dalam pemilikada tahun 2007 lalu. Dengan dukungan hampir seluruh parpol, Fauzi Bowo atau yang sering disapa dengan Bang Foke, mampu meraih suara terbanyak dan berhasil menjadi gubernur DKI Jakarta.

    Kini Fauzi Bowo kembali mencalonkan diri menjadi gubernur, ia berdampingan dengan Nachrowi Ramli. Pasangan ini diusung oleh Partai Demokrat pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono dan beberapa partai lainnya. namun Bang Foke harus lapang dada menerima kekalahan dari pesaing barunya Joko Widodo yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama.
  • sunting

    Ayah : H. Djohari Bowo

    Ibu : Hj. Nuraini

    Istri : Hj. Sri Hartati Bowo

    Anak :

    1. Humar Ambiya

    2. Esti Amanda

    3. Dyah Namira

Review

Lihat Semua
(47 Review)
  1. kulinet Ditulis pada tanggal 25 November 2012 11:59

    yah jakarta dan macet udah kaya sumpit ga bisa dipisahkan satu sama lainnya deh

  2. Mustopa Ditulis pada tanggal 27 September 2012 01:08

    salut buat foke, dia sportif, stlah quikc count dia langsung mengangkat barang barang nya dari rumah dinas.

  3. Bebo Ditulis pada tanggal 26 September 2012 22:44

    maju terus pak fauzi bowo masih bisa jadi yang lain kan? misalnya ketua camat DKI

Laporkan Cerita