Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

02 September 2014

Sunan Gunung Jati

0

Rating Pengguna

0 Votes

1 2 3 4 5

Review

(0 Review)
Tulis Review

sunting

Biografi

Sebelum era-nya Sunan Gunung Jati berdakwah di Jawa Barat, ada seorang ulama besar dari Baghdad yang datang ke daerah Cirebon untuk menyiarkan agama Islam disana. Beliau bernama Syekh Kahfi.

Syekh Kahfi ini merupakan guru dari dua anak Prabu Siliwangi yakni Pangeran Walangsungsang dan Rara Santang. Untuk diketahui criters, Rara Santang yang nantinya menjadi ibu kandung dari Sunan Gunung Jati.

Mulanya kedua anak Prabu Siliwangi tersebut menjadi murid Syekh Kahfi, berawal dari mimpi keduanya yang sama-sama mengaku bertemu dengan Nabi Muhammad. Setelah itu, mereka merasa ingin belajar agam Islam dan mencari Syekh Kahfi yang sudah tersohor didaerah Cirebon. Namun sayang, niatan mereka tidak disetujui oleh ayah mereka. Untuk itu, keduanya melarikan dari istana kerajaan ayahnya dan akhirnya berguru kepada Syekh Kahfi.

Setelah berguru cukup lama dengan berhasil menjalan beberapa syarat, Syekh Kahfi memerintahkan kedua muridnya itu untuk melaksanakan pergi haji ke Mekkah. Disana mereka tinggal ditempat ulama besar juga bernama Syekh Bayanillah sembari memperdalam ilmu agama Islam .

Asal usul lahir Sunan Gunung Jati mulai dari sini criters. Saat Pangeran Walangsungsang dan putri Rara Santang sedang megerjakan Tawaf, mereka berdua bertemu dengan Raja Mesir bernama Sultan Syarif Abdullah. Ternyata, raja tersebut menyukai Rara Santang dan melamarnya usai ibadah haji.

Setelah menikah, Rara Santang dan pangeran Walangsungsang tinggal di Mesir. Namun pangeran Walangsungsang memutuskan meninggalkan adiknya terlebih untuk kembali ke tanah Jawa. Setelah kembali pangeran Walangsungsang mendirikan pemerintahan yang ia berinama Negeri Caruban Larang. Ia pun mendapat kesuksesan dan mendirikan istana yang ia namakan seperti nama putrinya Pakungwati. Negeri Caruban Larang juga dengan cepat terkenal oleh masyarakat Jawa termasuk terdengar oleh ayahnya Prabu Siliwangi. Meski kurang berkenan, akhirnya sang ayah mengakui adanya sebuah pemerintahan baru yang dipimpin oleh anaknya.

Sementara di Mesir, Putri Rara Santang memiliki dua anak dari raja Syarif Abdullah yakni Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) dan Syarif Nurullah. Hingga remaja, disana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) berguru dengan beberapa ulama besar. Sayang, diusianya yang masih muda, ayahnya, raja Syarif Hidayatullah telah meninggal. Ia lantas ditawarkan untuk menggantikan posisi sang ayah. Tapi ia tidak mau dan ibunya Rara Santang lebih memilih untuk mengajak anaknya itu pulang ke tanah Jawa. Beda dengan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), saudaranya Syarif Nurullah bersedia menggantikan posisi ayahnya di Mesir.

Setibanya di tanah leluhur keluarganya, Syarif Hidayatullah mulai berdakwah. Meski masih tergolong amat muda, tapi dengan banyaknya ilmu yang ia telah dapat di Mesir, ia tampak tak kesulitan dalam berdakwah dan bertukar pikiran dengan ulama-ulama berar di tanah Jawa.

Baca Selengkapnya ..

Info Tambahan
Oleh-Oleh dari Makam Sunan Gunung Jati
  • sunting

    Pelestarian makam Sunan Gunung Jati pernah menjadi pembahasan seirus Sultan Sepuh XIV Kesultanan Kesepuhan Cirebon, Arief Natadiningrat pada tahun 2012 tahun lalu seperti yang telah diceritakan beberapa media nasional. Ia mengamati megapa ada ketidak adilan dalam pelestarian peninggalan-peninggalan sejarah ditanah jawa. Sebagai contoh, pemerintah mau mengeluarkan biaya besar untuk melestarikan dan mempercantik peninggalan kepercayaan Budha dan Hindu yakni candi Borobudur dan candi Prambanan. Tapi seakan melupakan sejatrah peninggalan agama Islam seperti makam Sunan Gunung Jati yang berada di kesultanan Cirebon. Padahal menurutnya, Kesultanan Cirebon merupakan salah satu tempat perkembangan agama Islam tertua di tanah Jawa.

    Saat ini, karena kurang mendapat perawatan, terdapat beberapa kerusakan disekitar makam. Untuk itupemda setempat telah mengajukan usulan kepada pemerintah pusat untuk segera melakukan penyegaran. Alhamdulillah, pemerintah pusat menyambut baik rencana ini. Di bawah Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, sejumlah rencana sudah melalui pembahasan. Beberapa kementerian seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Agama, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga ikut dilibatkan.

    Pelestarian ini juga dilakukan agar kerusakan-kerusakan tidak bertambah parah. Karena diketahui, tiap harinya tempat ini menjadi tujuan wisata ziarah para wisatawan domestik maupun mancanegara. Perharinya, makam Sunan Gunung Jati bisa dikunjungi sekitar 1.000 orang. Bahkan bisa mencapai 5.000 orang pada malam Jumat atau Malam Jumat Kliwon.

  • sunting

    Criters, Kalau kamu bisa berkesempatan berkunjung ke makam Sunan Gunung Jati, sebagai oleh-oleh untuk peziarah dari pengelola makam, disana menyediakan tiga jenis azimat untuk kalian bawa pulang. Ketika jenis oleh-oleh tersebut yakni bungkusan padi, minyak wangi, dan gumpalan tanah keramat sebesar biji salak.

    Ketiganya punya fungsi masing-masing criters. Bungkusan padi yang berisi biji padi misalnya dipercaya mengandung barokah. Bila dicampur dengan biji padi di rumah, kemudian di tanam di sawah, maka hasilnya bakal berlimpah.
    Sementara minyak wanginya, dipercaya mengandung manfaat bagi daya pikat seseorang. Bila dioleskan di pelipis wanita, maka wanita itu akan terlihat cantik. Namun bila dioleskan pada pelipis laki-laki itu akan terlihat ketampanannya. Minyak ini juga dipercaya sebagai pelaris. Bila kalian pedagang baik wanita ataupun laki-laki, minyak yang dioleskan di pelipis kanan kiri kalian, maka dagangan kalian bakal ramai karena pembeli akan terpikat dengan aura positif yang terpancar dari wajah anda.

    Lalu khasiat gumpalan tanah keramat berfungsi bisa menyembuhkan penyakit perut dan sebagai tolak balak di rumah, termasuk penangkal serangan makhluk halus atau jin jahat. Karena Tanah ini diyakini diambil dari Bumi Cirebon yang sudah diberi asma tertentu.

    Benar tidaknya, ya tergatung keyakinan kalian ya criters !

Laporkan Cerita