Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

25 April 2014

Sunan Kalijaga

0

Rating Pengguna

0 Votes

1 2 3 4 5

Review

(0 Review)
Tulis Review

sunting

Biografi

Sunan Kalijaga atau Sunan Kalijogo adalah salah seorang Wali Songo yang sangat lekat dengan agama Islam di Pulau Jawa. Hal tersebut dikarenakan kemampuannya yang mampu memasukkan pengaruh Islam ke dalam tradisi Jawa.

Sunan Kalijaga juga disebut-sebut sebagai wali yang namanya paling banyak disebut oleh masyarakat Jawa. Ia lahir sekitar tahun 1450 Masehi.

Waktu kecil, Sunan Kalijaga dikenal dengan nama Raden Said. Ia juga memiliki sejumlah nama panggilan seperti Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban atau Raden Abdurrahman. Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Kalangan Jawa mengaitkannya dengan kesukaan wali ini untuk berendam di sungai (kali) atau "jaga kali". Namun ada yang menyebut istilah itu berasal dari bahasa Arab "qadli dzaqa" yang menunjuk statusnya sebagai "penghulu suci" kesultanan.

Sunan Kalijaga diriwayatkan hidup semala lebih dari 100 tahun. Dalam berdakwah, ia punya cara pendekatan yang hampir sama dengan guru sekaligus sahabat dekatnya, Sunan Bonang yakni dengan tidak semerta-merta memusnahkan adat kebiasaan masyarakat yang menjurus kemusyrikan dengan menggabungkan kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah.

Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap seperti mengikuti terlebih dahulu namun sambil mempengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama akan hilang.

Ketika cara pendekatan berdakwahnya berhasil, tak hanya masyarakat biasa, tapi sebagian besar adipati di Jawa juga memeluk ajaran Islam melalui Sunan Kalijaga. Di antaranya adalah Adipati Padanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang (sekarang Kotagede – Yogya).

 

Baca Selengkapnya ..

Info Tambahan
  • sunting

    Menurut cerita rakyat, konon sebelum menjadi Walisongo, Raden Said atau Sunan Kalijaga adalah seorang perampok yang selalu mengambil hasil bumi di gudang penyimpanan. Namun uniknya, ia perampok yang memilki rasa sosial yang begitu tinggi. Maksdunya, hasil rampokan yang ia dapat tidak ia manfaatkan untuk keperluan diri sendiri, melainkan juga ia bagikan kepada orang-orang fakir miskin.

    Meski begitu, hal ini tetaplah suatu perbuatan yang salah dimata guru Sunan Kalijaga yakni Sunan Bonang. Sebelum menjadi muridnya, ternyata Sunan Kalijaga pernah mau merampok gurunya tersebut. Disitulah awal perjumpaan keduanya, hingga pada akhirnya mereka bersama-sama membawa ajaran agama Islam di tanah Jawa.

    Suatu hari, Saat Sunan Kalijaga berada di hutan, ia melihat seseorang kakek tua yang bertongkat. Orang yang tidak ia ketahui itu ternyata adalah Sunan Bonang. Karena tongkat yang dibawa oleh kakek tua itu terlihat seperti tongkat emas, Sunan Kalijaga pun berniat merampas tongkat itu. Saat hendak merampok, Sunan Kalijaga berkata kepada kakek tua yang hendak ia rampok bahwa hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang yang miskin. Tetapi, kakek tua alias Sunan Bonang tidak membenarkan cara itu. Lantas ia menasihati Raden Said/Sunan Kalijaga bahwa hal yang dilakukannya tidak dibenarkan.

    Entah setelah itu mendapat sebuah petunjuk atau tidak, dengan mendengarkan nasihat dan saran dari Sunan Bonang yang mengajarkan tentang suatu hal, kemudian Raden Said ingin menjadi murid Sunan Bonang. Bahkan Raden Said sampai mengejar-ngejar Sunan Bonang ke Sungai ketika ingin pergi dan berkata bahwa ingin menjadi muridnya.

    Nah disini menariknya criters, Sebelum menerima Raden Said menjadi muridnya, Sunan Bonang memberi syarat kepada Raden Said untuk bersemedi sambil menjaga tongkatnya yang ditancapkan di tepi sungai. Sunan Bonang berpesan, selama ia pergi, Raden Said tidak boleh beranjak dari tempat tersebut sebelum Sunan Bonang datang kembali.

    Dalam menjalankan perintah itu, konon katanya Raden Said tertidur dalam waktu yang sangat lama. Karena lamanya ia tertidur, digambarkan akar dan rerumputan disekitanya telah menutupi dirinya. Karena benar-benar menjalankan perintahnya, akhirnya Sunan Bonang datang kembali dan membangunkan Raden Said dan menerimnya sebagai murid. Raden Said lalu melanjutkan dakwahnya dan dikenal dengan sebutan Sunan Kalijaga.

Laporkan Cerita