Dapatkan berbagai hadiah langsung dengan mengirimkan komentar dan Ceritamu! Ayo cek di sini!

01 November 2014

Sunan Kudus

0

Rating Pengguna

0 Votes

1 2 3 4 5

Review

(0 Review)
Tulis Review

sunting

Biografi

Sunan Kudus bernama asli Ja'far Shodiq. Tak berbeda dengan wali yang lain, sebutan sunan kudus hanyalah karena beliau berdalkwah didaerah tersebut. Sunan Kudus lahir daerah Jipang Ponolan yang merupakan daerah di sebelah utara Blora sekitar tahun 1400 M. Ia merupakan putra hasil dari pernikahan Sunan Ngudung (raden Usman Haji ) dengan Syarifah. Sunan Ngudung sendiri terkenal sebagai seorang panglima perang yang tangguh. Suatu hari, ia tewas dalam peperangan antara demak dan majapahit. Setelah itu putranya, yaitu Ja'far shodiq menggantikan posisi ayahnya. Tugas utamanya adalah menaklukkan wilayah kerajaan majapahit untuk memperluas kekuasaan demak.

Selain kepada ayahnya, ia juga pernah menimba ilmu kepada Sunan Ampel dan Kiai Telingsing. Beliau tidak hanya mempelajari ilmu agama, namun juga ilmu ilmu yang lain, seperti ilmu kemasyarakatan, politik, budaya, seni dan perdagangan.

Menuruni kehebatan sang ayah, Sunan Kudus pada kenyataannya juga memiliki kepiawaian di medan perang. Ia berhasil mengembangkan wilayah kerajaan Demak ke arah timur hingga mencapai Madura, dan arah barat hingga Cirebon. Konon, kepiawaiannya tersebut memunculkan cerita tentang kesaktian yang dimiliki Sunan Kudus. Banyak prajurit majapahit yang tewas karena kesaktian yang diantaranya adalah ia mempunyai sebuah peti, yang bisa mengeluarkan jutaan tawon. Dan Pada akhirnya, pemimpin pasukan majapahit, yaitu adipati terung menyerah pada pasukan Sunan Kudus.

Dalam cara berdakwahnya, Sunan Kudus diriwayatkan mengikuti gaya Sunan Kalijaga yang menggunakan model "Tutwuri Handayani". Artinya, Sunan Kudus tidak melakukan perlawanan keras, melainkan mengarahkan masyarakat sedikit demi sedikit. Ia tidak secara gamblang memusnahkan budaya setempat yang memilki unsur kemusyrika. Namun ia terlebih dahulu mentoleransi budaya setempat dengan diiringi ajaran Tauhid yang praktek pencapaiannya sangat halus. Itu sebabnya para wali menunjuk dirinya untuk berdakwah di kota kudus.

Barulah, ketika jamaahnya semakin banyak, ia kemudian membangun masjid sebagai tempat ibadah dan pusat penyabaran agama Islam. Pada tahun 1530, Sunan Kudus mendirikan sebuah mesjid di desa Kerjasan yang kini terkenal dengan nama Masjid Agung Kudus dan masih bertahan hingga sekarang (Saat ini Masjid Agung Kudus berada di alun-alun kota Kudus Jawa Tengah).

Baca Selengkapnya ..

Info Tambahan
Sunan Kudus di Tanah Arab
  • sunting

    Sebetulnya, ketika Sunan Kudus akan membawa ajaran agama Islam di kota Kudus, masyarakat setempat masih banyak yang menganut agama Hindu. Menariknya disini adalah, dalam upaya menarik mereka memeluk agam Islam, Sunan Kudus rela memadukan syariat islam dengan ajaran agama mereka yang sebelumnya.

    Salah satu contonya yakni mengenai ajaran agama Hindu memerintahkan untuk menghormati sapi. Nah ketika hari raya Idul Adha tiba, Sunan Kudus hanya mau menyembelih Kerbau. Hal itu dilakukan Sunan Kudus sebagai penghormatan untuk pemeluk agama Hindu. Bahkan, hal ini menjadi peninggalan dan permintaan Sunan Kudus kepada masyarakat. Pesan untuk memotong kurban kerbau ini masih banyak ditaati oleh masyarakat Kudus hingga saat ini

    Dan ternyata criters, cara 'halus' yang dipakai Sunan Kali jaga lambat laun mampu menarik pengikut Hindu memeluk agama Islam. Tak hanya itu, dengan pendekatan yang sama, Sunan Kudus bisa menarik juga pemeluk agama Budha untuk beragama Islam.
    Pada tahun 1550 M, Sunan Kudus meninggal dunia. Ia wafat dalam keadaan bersujud saat menjadi Imam sholat Subuh di Masjid Menara Kudus. Beliau dimakamkan di lingkungan Masjid Menara Kudus.

  • sunting

    Konon Saat Sunan Kudus pergi naik haji, beliau juga menuntut ilmu di tanah arab dan kemudia ia juga mengajar di sana. Dalam satu kisah, Sunan Kudus diceritakan pernah mempunyai jasa kepada warga arab ketika ia tinggal disana. Berkat kesaktiannya, saat warga arab terjangkit wabah penyakit aneh dan berbahaya, berkat kesaktiannya ia mampu menyembuhkan penyakit tersebut.

    Atas jasanya, seorang pejabat setempat lantas ingin memberikan sebuah hadiah kepadanya. Tetapi ia menolaknya dan hanya meminta sebuah batu yang berasal dari kota baitul Maqdis atau jarusalem sebagai kenang-kenangan. Sayang belum ada yang bisa menceritakan untuk apa batu yang diminta Sunan Kudus tersebut.

Laporkan Cerita